Agustiar Sabran Perkuat Barisan Lawan Karhutla, Seluruh ASN Disiagakan di Lapangan

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan menggerakkan seluruh ASN laki-laki untuk mendukung penanganan di lapangan.

Bacaan Lainnya

Langkah ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Penguatan Penanganan Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin (31/8/2026).

Apel menjadi momentum untuk menyatukan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi karhutla. Para ASN yang tergabung dalam relawan penanggulangan karhutla diminta mempersiapkan diri dengan perlengkapan yang sesuai untuk menunjang tugas di lapangan.

Peserta apel diarahkan membawa sarung tangan, masker, sepatu bot, kapak, pemukul api, sekop atau cangkul, serta parang atau sabit. Peralatan ini disiapkan untuk membantu personel dalam menjalankan tugas sesuai kondisi dan kebutuhan di lokasi.

Agustiar Sabran mengatakan, keterlibatan ASN merupakan bentuk komitmen Pemprov Kalteng untuk memperkuat penanganan karhutla bersama seluruh unsur yang memiliki peran di lapangan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi karena persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak.

“Kondisi saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah karena api tidak akan padam dengan saling menyalahkan, asap tidak hilang dengan perdebatan. Yang kita perlukan adalah semangat kerja sama, gotong royong, kolaborasi semua elemen bergerak bersama memperkuat upaya penanganan karhutla di Kalteng,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan tugas, Agustiar meminta seluruh ASN mengedepankan keselamatan. Personel wajib mematuhi SOP dan menggunakan APD yang memadai selama berada di lokasi penanganan.

Ia juga mengingatkan agar personel tidak bertindak sendiri ataupun memaksakan diri dalam menghadapi kebakaran. Setiap tindakan harus berada dalam koordinasi dan mengikuti arahan komandan atau koordinator lapangan.

Pesan ini menjadi perhatian karena kondisi di lokasi karhutla dapat berubah dengan cepat. Pengendalian api harus dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan keselamatan personel, kondisi lingkungan serta situasi masyarakat di sekitar lokasi.

“Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya ketika api bisa dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan tentu seluruh personel kembali dengan selamat,” ungkap Agustiar.

Pemprov Kalteng juga menyiapkan langkah pendukung melalui pembangunan Posko Induk Karhutla di Istana Isen Mulang. Posko ini akan menjadi pusat komando dan koordinasi utama yang mengintegrasikan berbagai unsur dalam penanganan karhutla.

Tidak hanya berfungsi sebagai pusat kendali, kawasan posko juga akan menyediakan sejumlah layanan bagi masyarakat. Fasilitas yang disiapkan mencakup Media Center, Dapur Umum, pelayanan oksigen dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Penyediaan layanan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak karhutla.

Informasi melalui Media Center diharapkan dapat membantu penyampaian perkembangan penanganan secara lebih terkoordinasi, sementara layanan kesehatan dan oksigen disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga.

Agustiar berharap pengerahan Relawan ASN bersama dukungan TNI, Polri dan unsur terkait dapat memperkuat respons terhadap karhutla di Kalteng. Kerja sama yang solid diperlukan agar penanganan dapat berlangsung cepat, terarah dan tetap mengutamakan keselamatan.

Dengan kesiapan personel dan fasilitas pendukung yang mulai diperkuat, Pemprov Kalteng menargetkan penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal. Perlindungan masyarakat, penjagaan lingkungan dan keselamatan petugas menjadi prioritas dalam upaya mewujudkan Kalteng bebas dari kabut asap. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait