DPRD Kalteng Tekankan Pengungkapan Jaringan Narkoba Harus Menyasar Bandar Besar

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pengungkapan kasus narkoba di Kalteng diharapkan tidak berhenti pada penangkapan pengguna maupun kurir.

Bacaan Lainnya

Aparat penegak hukum didorong untuk mengembangkan setiap perkara hingga mampu membongkar jaringan, menangkap bandar besar, serta mengungkap pihak yang menjadi pengendali peredaran narkotika.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan pola peredaran narkoba saat ini semakin kompleks karena melibatkan jaringan yang terorganisasi dan telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk kawasan pedalaman serta lokasi pertambangan emas.

Kondisi itu memerlukan langkah penegakan hukum yang lebih terukur dan berkesinambungan.

“Narkoba belakangan ini semakin merebak di negara kita, baik yang melibatkan warga negara asing maupun warga negara Indonesia sendiri. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka mengurangi, bahkan menghilangkan, peredaran narkoba di wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Sugiyarto berpandangan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba sangat ditentukan oleh kemampuan aparat mengembangkan hasil penyelidikan hingga mengungkap seluruh mata rantai peredaran.

Dengan demikian, jaringan yang selama ini memasok dan mendistribusikan narkotika dapat diputus secara menyeluruh.

“Dalam pemberantasan narkoba ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Artinya, di situ mungkin ada bandar, ada cukong, dan lain sebagainya. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi aparat penegak hukum dalam melakukan penangkapan dan tindakan lainnya,” katanya.

Selain penindakan, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat.

Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika.

Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba bukan hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Oleh karena itu, edukasi, pengawasan lingkungan, serta penegakan hukum yang konsisten harus berjalan secara beriringan agar peredaran narkotika di Kalteng dapat ditekan secara berkelanjutan. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait