Komisi II DPRD Kalteng Tinjau Persemaian Modern di Yogyakarta, Fokus Percepatan Rehabilitasi Lahan

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Komisi II DPRD Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Persemaian Permanen BPDAS Serayu Opak Progo di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat program rehabilitasi hutan dan pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kalteng, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi DPRD Kalteng untuk mempelajari sistem persemaian modern yang dinilai berhasil mendukung penghijauan kawasan kritis secara berkelanjutan.

Persemaian permanen itu diketahui mampu memproduksi ribuan bibit pohon secara terencana guna mendukung program reboisasi di sejumlah wilayah DAS.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan, pengelolaan persemaian yang diterapkan di Gunungkidul menunjukkan pentingnya perencanaan matang dalam rehabilitasi lingkungan, mulai dari pemilihan bibit hingga pelibatan masyarakat sekitar.

“Kami melihat bagaimana proses rehabilitasi dilakukan secara terukur dan melibatkan masyarakat. Ini menjadi pembelajaran penting bagi Kalteng yang memiliki kawasan DAS luas dan lahan kritis yang perlu dipulihkan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Kalteng mempelajari berbagai jenis tanaman yang dikembangkan, mulai dari tanaman kehutanan hingga tanaman produktif atau Multi-Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat dan durian.

Konsep tersebut dinilai mampu mendorong masyarakat untuk ikut menjaga tanaman karena memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, pendekatan itu juga dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar kawasan hutan.

Komisi II DPRD Kalteng juga menyoroti pentingnya standarisasi bibit unggul untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penanaman di lahan kritis.

Selain itu, pemilihan tanaman berdasarkan kondisi topografi DAS menjadi bagian penting dalam menjaga daya serap air serta mengurangi sedimentasi sungai.

Pelibatan kelompok tani hutan dalam proses pembibitan hingga penanaman turut menjadi perhatian dalam diskusi bersama pihak BPDAS Serayu Opak Progo.

Pendekatan kolaboratif tersebut dianggap efektif dalam menjaga keberlanjutan program rehabilitasi lingkungan.

Hasil kunjungan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi Komisi II DPRD Kalteng dalam mendorong penguatan kebijakan rehabilitasi lahan dan penghijauan di daerah.

“Keberhasilan Gunungkidul menjadi bukti bahwa rehabilitasi lingkungan membutuhkan komitmen yang kuat, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Pengalaman ini akan menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kalteng,” pungkasnya. (*)

+ posts

Pos terkait