
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menambah jumlah posko dan mengerahkan ratusan personel ke wilayah berisiko tinggi.
Langkah ini disampaikan Gubernur Kalteng sekaligus Komandan Satgas Karhutla, Agustiar Sabran, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, pada Kamis (7/8/2025).
“Kita telah menempatkan 747 personel di 54 kecamatan yang memiliki risiko tinggi Karhutla. Ini bagian dari upaya mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap,” ujar Agustiar.
Rakor dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisal Nurofiq, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Berdasarkan laporan Gubernur, pada 6 Agustus 2025 terjadi lima kejadian Karhutla di Kalteng. Satu titik di Kapuas masih tahap pendinginan, sedangkan empat titik di Palangka Raya sudah padam. BMKG memastikan tidak ada sebaran asap terdeteksi di wilayah Kalteng.
Sejak 1 Agustus 2025, Pemprov Kalteng menambah tujuh regu posko sehingga kini terdapat 24 regu dan 77 pos lapangan yang aktif. Status Siaga Darurat Karhutla berlaku sejak 29 Juli hingga 20 Oktober 2025.
Kepala BMKG mengingatkan bahwa Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga potensi Karhutla meningkat.
Kepala BNPB meminta penguatan posko lapangan dalam 2–3 hari ke depan sesuai proyeksi kerawanan tinggi.
Rakor diakhiri dengan penyerahan dukungan perlengkapan Satgas Karhutla Kalteng dan penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan Kalteng Bebas Asap oleh pemerintah daerah, Forkopimda, BNPB, dan Kementerian LHK. (*)












