Infrastruktur dan Sarana Ibadah Dominasi Aspirasi Warga Saat Reses Faridawaty di Fajar Harapan

Kegiatan reses Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh di Desa Fajar Harapan, Kabupaten Gunung Mas.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Kegiatan reses perseorangan Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, pada 5–12 April 2026 kembali menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan.

Bacaan Lainnya

Salah satu titik reses berlangsung di Desa Fajar Harapan, Kabupaten Gunung Mas.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak, dengan fokus pada perbaikan infrastruktur dasar, penerangan jalan, serta sarana keagamaan.

Aspirasi terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan utama desa sepanjang kurang lebih 7 kilometer menjadi salah satu usulan utama.

Minimnya penerangan dinilai memengaruhi keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan bibit ternak guna mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis peternakan.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga secara bertahap.

Permasalahan jalan desa turut menjadi perhatian. Warga mengungkapkan kondisi jalan yang becek saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau, sehingga menghambat mobilitas serta aktivitas sehari-hari.

Faridawaty menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan prioritas di sejumlah wilayah yang dikunjunginya.

“Keluhan terkait kondisi jalan dan fasilitas dasar masih sering disampaikan masyarakat. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Ia juga menanggapi harapan masyarakat agar pemerintah daerah dapat mendorong keterlibatan pihak swasta melalui program CSR dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

Di sektor keagamaan, warga mengusulkan rehabilitasi Mushola Nurul Huda yang saat ini digunakan sebagai tempat TPA.

Keterbatasan ruang membuat aktivitas ibadah dan pembelajaran berlangsung kurang optimal.

Selain itu, pembangunan Masjid Miftahul Jannah berukuran 15 x 10 meter yang masih dilakukan secara swadaya juga diharapkan mendapat dukungan, termasuk fasilitas penunjang seperti pengeras suara.

Akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) sepanjang kurang lebih 700 meter juga menjadi perhatian, karena sering dalam kondisi becek saat hujan.

Sementara itu, warga di wilayah Sumber Raya mengusulkan pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 500 meter untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan.

Faridawaty menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun sebagai bahan pembahasan di DPRD Kalteng dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

“Reses ini menjadi sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung. Semua usulan akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya. (*)

+ posts

Pos terkait