Waspada Kemarau Dini, DPRD Kalteng Soroti Ancaman Karhutla di Wilayah Rawan

Anggota DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng menyoroti potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan datang lebih awal.

Bacaan Lainnya

Wilayah rawan seperti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bagian utara menjadi perhatian khusus karena memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran.

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Kotim mulai memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026.

Dengan kemungkinan durasi kemarau yang lebih panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta memicu munculnya titik api di sejumlah kawasan.

Anggota DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, mengatakan bahwa tanda-tanda perubahan cuaca mulai terlihat, terutama pada siang hari yang terasa lebih panas dan kering.

Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Walaupun secara umum masih dikategorikan normal, tetapi siang hari sudah mulai terasa lebih kering. Ini harus diantisipasi sejak dini, khususnya bagi masyarakat yang masih melakukan pembakaran. Pastikan api benar-benar padam agar tidak menyebar,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, kawasan hutan dan lahan gambut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, terutama saat kondisi kering. Karena itu, diperlukan kewaspadaan ekstra serta kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Selain peran masyarakat, Hero juga menekankan pentingnya kesiapan Pemprov bersama pemerintah daerah dalam melakukan langkah pencegahan.

Upaya tersebut antara lain melalui peningkatan patroli, pemantauan titik api, serta sosialisasi secara masif terkait bahaya karhutla.

Menurutnya, pencegahan sejak dini menjadi kunci utama untuk menghindari bencana kabut asap yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai kejadian karhutla terulang dan menimbulkan kerugian besar. Semua pihak harus bergerak bersama dalam upaya pencegahan,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan mampu menekan risiko karhutla di Kalteng selama musim kemarau mendatang. (*)

+ posts

Pos terkait