IGD RSUD Doris Sylvanus Kewalahan, DPRD Kalteng Minta Langkah Cepat dan Terukur

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Tekanan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Doris Sylvanus dinilai semakin tinggi seiring meningkatnya jumlah pasien yang datang setiap hari.

Bacaan Lainnya

DPRD Kalteng menilai kondisi ini perlu segera ditangani secara serius agar tidak berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Keterbatasan ruang dan fasilitas membuat kapasitas IGD tidak mampu menampung lonjakan pasien, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Akibatnya, pasien harus menunggu dalam waktu cukup lama untuk mendapatkan penanganan, bahkan dalam beberapa kasus harus berada di area yang kurang layak.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan, mengatakan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian pihaknya dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui rapat dengar pendapat (RDP), DPRD terus mendorong adanya langkah konkret dari pihak terkait.

“Ini menjadi perhatian kami karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat. Jumlah pasien yang terus meningkat harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas dan tenaga medis,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menuturkan, manajemen RSUD Doris Sylvanus telah berupaya melakukan pembenahan, namun hasilnya belum mampu mengatasi permasalahan secara menyeluruh. Terutama saat terjadi lonjakan pasien, keterbatasan yang ada menjadi semakin terlihat.

Menurutnya, kondisi pelayanan masih relatif terkendali saat jumlah pasien tidak terlalu padat.

Namun, saat terjadi peningkatan signifikan, tenaga medis menjadi kewalahan dan ruang pelayanan tidak lagi mencukupi.

“Permasalahan ini sudah lama terjadi, khususnya di IGD. Perbaikan memang ada, tetapi belum signifikan. Perlu langkah yang lebih terencana dan berkelanjutan,” jelasnya.

DPRD Kalteng juga menekankan pentingnya koordinasi antar rumah sakit di Palangka Raya agar beban pelayanan tidak hanya bertumpu pada RSUD Doris Sylvanus.

Selain itu, percepatan pengembangan fasilitas kesehatan, termasuk optimalisasi RS Kalawa Atei, dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan pasien.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan, khususnya di IGD, dapat berjalan lebih optimal dan memberikan penanganan yang cepat serta layak bagi masyarakat di Kalteng. (*)

+ posts

Pos terkait