
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran angkat bicara terkait viralnya proyek pengecatan jalur khusus pejalan kaki, pelari, pesepeda hingga pengguna sepeda listrik di Kota Palangka Raya yang menjadi perhatian masyarakat karena catnya cepat memudar.
Agustiar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan dirinya bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.
Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media di rumah jabatan gubernur, Selasa (19/5/2026).
“Saya mengakui saya yang salah, saya meminta maaf kepada masyarakat atas apa yang terjadi. Ini tentunya akan menjadi pelajaran untuk yang lain terutama para kepala dinas khususnya dalam mengerjakan proyek pemerintah,” ujar Agustiar.
Menurutnya, proyek pengecatan jalur tersebut awalnya dirancang untuk mendukung penataan kawasan perkotaan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas publik untuk berolahraga dan berkegiatan.
Namun, hasil pekerjaan yang dinilai tidak maksimal memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Agustiar mengaku memahami kritik yang berkembang karena dirinya juga merasakan kekecewaan yang sama.
“Masyarakat merasa kecewa, saya juga sangat merasa kecewa. Atas apa yang terjadi kami telah meminta kepada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengerjaan proyek itu,” katanya.
Ia memastikan, Pemprov Kalteng akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan yang dilakukan inspektorat.
Pemeriksaan itu dilakukan guna mengetahui penyebab permasalahan serta memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan.
“Nanti hasil pemeriksaan dari inspektorat akan kita umumkan. Ketika ada yang tidak beres pastinya akan kita berikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, dan proyek itu akan kita evaluasi kembali,” tegasnya.
Agustiar berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama agar pelaksanaan proyek pemerintah ke depan lebih memperhatikan kualitas pekerjaan, pengawasan, serta manfaat yang diterima masyarakat. (*)












