DPRD Kalteng Minta Penanganan Gangguan Listrik Diprioritaskan, Pemulihan Harus Secepatnya

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Habib Sayyid Abdurrahman.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalteng menjadi perhatian DPRD Kalteng.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Habib Sayyid Abdurrahman, meminta PT PLN (Persero) menjadikan percepatan pemulihan pasokan listrik sebagai prioritas agar dampak terhadap masyarakat tidak semakin meluas.

Menurut Habib, listrik saat ini merupakan infrastruktur dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat.

Gangguan yang berlangsung dalam waktu lama tidak hanya menghambat kegiatan rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang saat ini hampir tidak bisa dipisahkan dari berbagai aktivitas sehari-hari, baik untuk pendidikan, pelayanan publik, usaha, maupun kebutuhan rumah tangga,” katanya, Senin (29/6/2026).

Ia menuturkan, PLN, khususnya PLN UP3 Palangka Raya, diharapkan dapat mengerahkan seluruh kemampuan teknis untuk mempercepat penyelesaian gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.

Dengan pemulihan yang lebih cepat, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Habib menilai pemadaman berkepanjangan berpotensi menimbulkan kerugian di berbagai sektor.

Selain menghambat produktivitas pelaku usaha, gangguan listrik juga dapat mengganggu proses belajar, pelayanan pemerintahan, hingga layanan berbasis digital yang kini banyak digunakan masyarakat.

“Pemadaman listrik yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat. Karena itu, langkah percepatan perbaikan perlu menjadi prioritas agar pelayanan kelistrikan dapat kembali normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan DPRD Kalteng telah menerima berbagai laporan dari masyarakat mengenai dampak pemadaman.

Salah satunya adalah seorang peserta ujian seleksi masuk perguruan tinggi di Palangka Raya yang tidak dapat mengikuti ujian karena listrik padam dan jaringan internet terputus.

“Ini menjadi contoh nyata dampak yang dirasakan masyarakat. Kemungkinan masih banyak bentuk kerugian lain yang dialami warga akibat gangguan listrik tersebut,” ungkapnya.

Habib berharap proses penanganan yang dilakukan tim teknis PLN dapat berjalan optimal sehingga gangguan pada jaringan listrik segera teratasi.

Ia juga mengharapkan adanya penyampaian informasi secara berkala kepada masyarakat mengenai perkembangan proses perbaikan agar masyarakat memperoleh kepastian.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari PLN selama proses pemulihan berlangsung.

Menurutnya, sikap tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“DPRD Kalteng akan terus mengawasi perkembangan penanganan gangguan kelistrikan ini serta mendorong PLN agar seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait