Agustiar Sabran Ajak Bersatu Perangi Narkoba, Generasi Muda Jadi Taruhan Masa Depan Kalteng

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Komitmen melindungi generasi muda dari ancaman narkotika terus diperkuat di Kalteng.

Bacaan Lainnya

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menerima penghargaan dan apresiasi atas dukungan terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Penghargaan juga diberikan kepada lima kepala daerah, yakni Bupati Barito Selatan, Barito Timur, Katingan, Seruyan dan Gunung Mas.

Pada kesempatan yang sama, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyerahkan santunan kepada keluarga anggota kepolisian yang gugur saat menjalankan tugas dalam penggerebekan kasus narkoba di Tumbang Kalemei, Katingan.

Agustiar Sabran menyampaikan, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, BNN, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus menekan ruang peredaran narkotika.

Ia mengingatkan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga dapat merusak keluarga dan lingkungan serta menghambat pembentukan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

“Narkoba ini penjajah. Awalnya menyenangkan, tetapi kemudian merusak generasi bangsa. Kita harus bersatu menangani narkoba. Generasi muda inilah yang ke depannya memimpin negara ini,” kata Agustiar dalam sambutannya pada kegiatan Gebyar Ananda Bersinar dan Kuliah Umum Kepala BNN Pusat di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kamis (20/8/2026).

Menurut Agustiar, perhatian terhadap generasi muda perlu menjadi bagian utama dalam gerakan pencegahan narkoba. Pendidikan, pembinaan karakter dan lingkungan yang sehat dapat menjadi benteng awal agar anak-anak muda tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkotika.

“Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba jelas memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba harus dipandang sebagai perjuangan untuk kemanusiaan. Setiap upaya yang dilakukan untuk mencegah seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika menjadi bagian dari langkah menjaga masa depan masyarakat.

“Semangat perjuangan melawan narkoba bukan lagi sekadar penegakan hukum semata, melainkan sebuah perang untuk kemanusiaan, untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, pemberantasan narkoba membutuhkan komitmen dan kerja sama yang konsisten dari seluruh unsur.

Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum yang dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, para bupati dan wakil bupati serta jajaran Forkopimda.

Suyudi mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan harus disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bangsa membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, produktif dan memiliki integritas untuk melanjutkan pembangunan.

“Pembangunan SDM adalah pondasi utama kemajuan bangsa yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas sepenuhnya bebas narkoba,” tegasnya.

Kepala BNN RI itu juga mengajak generasi muda membangun ketahanan diri dengan menjauhi narkotika.

Menurut dia, ancaman narkoba dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang seseorang.

“Narkoba tidak kenal suku, agama, ras, jabatan, pangkat,” pungkasnya. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait