Bundaran Besar Jadi Saksi Komitmen Kalteng Cetak Generasi Emas Lewat Keluarga Tangguh

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Bundaran Besar Talawang dipenuhi semangat dan keceriaan ratusan anak saat Pemprov Kalteng menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, Minggu (26/7/2026).

Bacaan Lainnya

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan memperkuat ketahanan keluarga.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, mental, dan masa depan anak. Karena itu, keterlibatan seluruh anggota keluarga, termasuk ayah, menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

“Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” ucapnya.

Ia mengingatkan, berbagai tantangan terus mengiringi kehidupan anak di era modern. Mulai dari kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga pengaruh negatif media digital yang dapat memengaruhi pola pikir dan kesehatan mental.

Menurut Agustiar, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut. Kehadiran orang tua dalam kehidupan anak diyakini mampu menciptakan rasa aman dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga.

“Generasi emas 2045 harus dipersiapkan mulai sekarang. Mereka membutuhkan perhatian, pendidikan, dan perlindungan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Kalteng di masa mendatang. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menyampaikan, HAN dan HARGANAS menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak anak serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang mereka.

“Setiap anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, dan perlindungan dari berbagai bentuk ancaman. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan “Ayah Wajib Hadir” dipilih untuk mendorong meningkatnya keterlibatan keluarga dalam pengasuhan anak, sekaligus mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sebanyak 815 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri atas 750 anak PAUD, 15 keluarga penerima bantuan, dan 50 anak Forum Anak Daerah. Berbagai aktivitas digelar, mulai dari senam bersama, lomba mewarnai, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pembagian bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting.

Selain itu, dilaksanakan pula Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah dan sosialisasi pencegahan paham radikalisme di empat SMA/SMK. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba mewarnai dan bantuan bagi keluarga berisiko stunting oleh Gubernur Kalteng. Bantuan itu diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan keluarga yang tangguh.

Melalui peringatan HAN dan HARGANAS Tahun 2026, Kalteng kembali menegaskan komitmennya untuk menempatkan anak dan keluarga sebagai prioritas pembangunan. Sebab, dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang siap membawa Bumi Tambun Bungai menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. (adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait