
PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan ketahanan pangan, percepatan hilirisasi, serta pemanfaatan digitalisasi di berbagai sektor.
Hal ini disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng, Sunarti, saat membacakan sambutan Gubernur pada kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Kalteng bertema “Batang Gawi: Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Kalteng Berdaya Saing”, di Aula Betang Hapakat Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Palangka Raya, Selasa (12/5/2026).
Sunarti menyampaikan, di tengah perlambatan ekonomi global dan dinamika pasar keuangan internasional, perekonomian Kalteng pada 2026 tetap diproyeksikan tumbuh positif.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang terus didorong melalui hilirisasi dan peningkatan investasi.
“Perekonomian Kalteng tahun 2026 diyakini tetap tumbuh positif, terutama didukung sektor pertanian dan industri pengolahan melalui percepatan hilirisasi dan peningkatan investasi,” ujarnya.
Dari sisi stabilitas, inflasi Kalteng diperkirakan tetap berada pada kisaran target nasional sebesar 2,5 ±1 persen.
Kondisi ini dinilai tidak terlepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga keseimbangan harga dan pasokan di lapangan.
Selain itu, perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Kalteng menunjukkan tren yang semakin meningkat.
Hal ini mencerminkan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Untuk menjaga momentum tersebut, Sunarti menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya tahan ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
Sejumlah langkah strategis terus diperkuat, di antaranya percepatan hilirisasi sektor unggulan seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan guna meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk daerah.
Di sektor pangan, Pemprov mendorong peningkatan produksi melalui optimalisasi lahan, pembangunan infrastruktur, serta penerapan teknologi modern. Langkah ini sekaligus mendukung peran Kalteng sebagai lumbung pangan nasional.
Sunarti juga menegaskan pentingnya implementasi program 4K oleh TPID, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan sektor pariwisata dan UMKM terus didorong sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Berbagai event pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kunjungan dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kegiatan Huma Betang Night menjadi salah satu contoh yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mempromosikan produk UMKM unggulan Kalteng secara lebih luas.
Menurutnya, peningkatan daya saing UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui digitalisasi, pelatihan, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan kemitraan dengan industri domestik agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar. (*)












