Tomy Irawan: Daya Tampung Sekolah Harus Jadi Prioritas dalam SPMB 2026

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng menegaskan bahwa kesiapan daya tampung sekolah harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Bacaan Lainnya

Pemerintah bersama Dinas Pendidikan diharapkan mampu memastikan seluruh lulusan SD, SMP, dan SMA memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan, mengatakan persoalan keterbatasan kuota sekolah masih menjadi tantangan yang hampir selalu muncul setiap tahun ajaran baru.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus diantisipasi melalui perencanaan yang matang agar tidak ada peserta didik yang gagal melanjutkan pendidikan.

“Harapan kita bagaimana seluruh siswa lulusan SD, SMP, dan SMA itu bisa tertampung semua. Artinya jangan nanti ada yang tidak tertampung,” ujar Tomy, Senin (29/6/2026).

Ia menilai pemerintah perlu melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap jumlah lulusan, kapasitas sekolah, serta sebaran peserta didik di setiap wilayah.

Data tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan kebutuhan ruang belajar maupun langkah-langkah lain untuk mengatasi potensi kekurangan daya tampung.

Selain itu, Tomy mendorong Dinas Pendidikan agar terus memperkuat koordinasi dengan seluruh sekolah selama proses SPMB berlangsung.

Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi sehingga proses penerimaan murid baru berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap anak memiliki akses yang setara terhadap layanan pendidikan tanpa terkendala persoalan administratif maupun keterbatasan kapasitas sekolah.

Ia berharap pelaksanaan SPMB 2026 tidak hanya berjalan lancar dari sisi administrasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pemerataan akses pendidikan.

Dengan kesiapan yang optimal, pemerintah diharapkan dapat memberikan kepastian kepada orang tua dan peserta didik sekaligus mewujudkan sistem penerimaan yang lebih berkualitas.

“Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, diharapkan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar, tertib, dan benar-benar menjamin tidak ada anak di Kalteng yang tertinggal dalam mengakses pendidikan,” pungkasnya. (adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait