DPRD Kalteng Soroti Dampak Fluktuasi Energi terhadap Biaya Hidup, Pendidikan dan Kesehatan Harus Terlindungi

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menyoroti potensi dampak fluktuasi harga energi terhadap meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi perhatian utama pemerintah agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Faridawaty, perubahan harga energi dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk biaya transportasi, distribusi barang, hingga kebutuhan rumah tangga.

Kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang mampu memberikan perlindungan sosial.

“Di tengah fluktuasi harga energi, yang harus menjadi perhatian adalah menjaga kestabilan biaya sekolah dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat kelas bawah agar mereka tidak semakin terbebani,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan, pendidikan dan kesehatan merupakan layanan dasar yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa tekanan ekonomi yang terjadi tidak berdampak pada menurunnya akses masyarakat terhadap kedua sektor tersebut.

Faridawaty menilai langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar kelompok rentan tidak menjadi pihak yang paling terdampak.

Salah satunya melalui penguatan berbagai program bantuan yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan, sehingga masyarakat tetap memperoleh layanan yang layak meski menghadapi kenaikan biaya hidup.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat program perlindungan sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, kebijakan yang tepat sasaran akan membantu menjaga stabilitas sosial sekaligus mengurangi risiko meningkatnya angka kemiskinan akibat tekanan ekonomi.

Legislator Komisi III DPRD Kalteng tersebut menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh terhambat oleh persoalan ekonomi.

Oleh sebab itu, keberlangsungan pendidikan dan layanan kesehatan harus tetap menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

“Jangan sampai masyarakat harus memilih antara memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya pendidikan atau kesehatan. Kedua sektor ini harus tetap menjadi prioritas,” katanya.

Faridawaty berharap pemerintah terus memantau perkembangan kondisi ekonomi masyarakat dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas kebijakan yang telah diterapkan.

Dengan demikian, berbagai dampak yang muncul akibat fluktuasi harga energi dapat diminimalkan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Menurutnya, upaya menjaga keterjangkauan pendidikan dan kesehatan merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan Kalteng yang berkelanjutan. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait