Komisi III DPRD Kalteng Pastikan Dukungan Penanganan Karhutla, Kotim Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalteng menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjelang musim kemarau 2026.

Bacaan Lainnya

Perhatian tersebut diberikan seiring prediksi terjadinya kemarau yang lebih panjang akibat dampak fenomena El Nino.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan kesiapsiagaan daerah menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko karhutla yang setiap tahun berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kotim dan Manggala Agni guna memastikan langkah-langkah antisipasi telah dipersiapkan dengan baik.

Menurutnya, Kotim merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi saat musim kemarau.

Kondisi tersebut menjadikan daerah ini sebagai salah satu fokus perhatian dalam upaya pengendalian karhutla di Kalteng.

“Kami melihat Kotim memang salah satu daerah yang ketika musim kemarau menjadi tolok ukur kebakaran di Kalteng. Karena itu, kami memikirkan bagaimana upaya memaksimalkan penanggulangan karhutla dan dampak El Nino tahun 2026,” ujar Sugiyarto, belum lama ini.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kalteng menggali berbagai informasi terkait kesiapan personel, sarana dan prasarana, pola koordinasi antarinstansi, hingga strategi pencegahan yang telah diterapkan pemerintah daerah.

Hasilnya, DPRD menilai langkah-langkah mitigasi yang dilakukan sudah berjalan cukup baik.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, mulai dari koordinasi lintas sektor, edukasi kepada masyarakat, sosialisasi bahaya karhutla, hingga penyampaian informasi mengenai sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Kami mendapatkan informasi bahwa kesiapsiagaan sudah dilaksanakan dengan baik, mulai dari koordinasi lintas sektoral, pembinaan kepada masyarakat, hingga edukasi mengenai pencegahan kebakaran dan sanksi yang bisa diterapkan,” katanya.

Sugiyarto menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjelang musim kemarau.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Selain itu, ia menilai dukungan dari Pemprov juga perlu terus diperkuat, terutama terkait kebutuhan daerah yang masih berada dalam kewenangan tingkat provinsi, termasuk kemungkinan dukungan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila diperlukan dalam situasi darurat.

“Secara garis besar kami ingin memperoleh informasi terkait kesiapsiagaan daerah. Ada beberapa hal yang perlu didorong melalui Pemprov, misalnya terkait bantuan Belanja Tidak Terduga dan hal-hal lain yang masih menjadi kewenangan provinsi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, dampak El Nino berpotensi menyebabkan kondisi cuaca lebih kering dan memperpanjang musim kemarau.

Oleh karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan sejak sekarang agar penanganan dapat berjalan lebih efektif apabila terjadi peningkatan risiko karhutla.

Hasil kunjungan kerja tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama OPD terkait di lingkungan Pemprov.

DPRD Kalteng berharap setiap kebutuhan daerah yang berkaitan dengan penanganan karhutla dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Sugiyarto mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga wilayah masing-masing dari ancaman karhutla.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati dan bersiap siaga. Karakteristik wilayah Kotim berbeda dengan daerah lain. Ketika permukaan air mulai turun, itu bisa menjadi indikasi akan terjadi kemarau panjang,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area terbuka, serta menyiapkan cadangan air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.

Menurut Sugiyarto, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.

Dengan kerja sama yang kuat, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan.

“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Karena itu masyarakat harus menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan agar karhutla tidak menimbulkan dampak luas bagi Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya. (()

+ posts
banner 728x90

Pos terkait