Okki Maulana: Kalteng Harus Siap Jadi Daerah yang Terhubung Secara Digital

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Transformasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah yang tidak dapat diabaikan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, pemerataan akses internet hingga ke wilayah terpencil menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses berbagai layanan berbasis digital.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana, menilai penghapusan wilayah blank spot harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata akan menjadi fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai.

Ia mengatakan, akses internet yang baik mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat di daerah pelosok tidak lagi mengalami keterbatasan dalam memperoleh informasi maupun memanfaatkan berbagai layanan digital yang kini semakin berkembang.

“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi daerah di Kalteng yang masih belum mendapatkan sinyal internet. Target kami jelas, menuju nol blank spot agar masyarakat di pelosok pun bisa menikmati layanan teknologi informasi,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ketersediaan jaringan internet yang merata juga dinilai dapat memperkuat sektor pendidikan. Pelajar dan tenaga pendidik di wilayah yang selama ini mengalami kendala akses internet akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Selain pendidikan, sektor kesehatan dan pelayanan publik juga dapat berkembang lebih optimal dengan dukungan konektivitas digital. Berbagai layanan administrasi pemerintahan yang telah terdigitalisasi akan lebih mudah diakses oleh masyarakat tanpa harus terkendala jarak dan waktu.

Di bidang ekonomi, pemerataan akses internet menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar. Pemanfaatan platform digital memungkinkan produk lokal dari berbagai daerah di Kalteng dikenal lebih luas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Ketika akses internet sudah merata, masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi, meningkatkan kualitas pendidikan, mengakses layanan pemerintahan, serta membuka peluang bagi pertumbuhan usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif di Kalteng,” katanya.

Okki menegaskan, pembangunan daerah pada masa kini tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik semata. Ketersediaan akses digital yang merata juga menjadi indikator penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov, dan penyedia layanan telekomunikasi untuk mempercepat perluasan jaringan internet di wilayah yang masih mengalami blank spot.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kalteng sebagai daerah yang semakin maju dan siap menghadapi tantangan era digital.

“Kita pastinya tidak ingin ada yang tertinggal. Seluruh masyarakat Kalteng harus terhubung agar pembangunan bisa berjalan inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemerataan akses internet bukan hanya soal menghadirkan sinyal di pelosok daerah, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan percepatan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kalteng. (adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait