Antisipasi Lonjakan Harga Jelang HBKN 2026, Kalteng Turun Tangan Lewat Gerakan Pangan Murah

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (13/2/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pembukaan GPM secara nasional dipimpin oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh pelaku usaha pangan mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,4 juta ton, yang disebut sebagai angka tertinggi untuk periode Februari.

Pemerintah juga menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram guna menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.

Selain beras, stok minyak goreng nasional tercatat sekitar 700 ribu ton dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Untuk komoditas daging, harga acuan daging ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram dan daging sapi Rp140.000 per kilogram.

Pemerintah pusat menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan, Idulfitri 1447 Hijriah, Tahun Baru Imlek, dan Hari Raya Nyepi 2026.

Di tingkat daerah, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah, Yuas Elko, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM di Kalteng bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus memperkuat daya beli.

Menurutnya, melalui GPM pemerintah memberikan subsidi berkisar antara Rp2.000 hingga Rp10.000 per komoditas.

Komoditas yang disediakan antara lain beras premium sekitar 10 ton, bawang merah 350 kilogram, bawang putih 250 kilogram, gula konsumsi 1 ton, minyak goreng kemasan 1.000 liter, serta telur ayam ras sebanyak 500 tray.

Pada tahap awal, kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, dan Kota Palangka Raya. Pemerintah daerah menyatakan daerah lainnya akan menyusul dalam bulan yang sama.

Pemprov Kalteng berharap para pedagang dan pelaku usaha turut menjaga stabilitas harga dengan tidak menjual komoditas di atas ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar menjelang hari raya keagamaan. (*)

+ posts

Pos terkait