Petugas Kendalikan Karhutla di Lahan Gambut Tahura Sabaru

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Tim gabungan dari Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng, dan Manggala Agni melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui melalui pemantauan udara menggunakan drone dari Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng. Titik api terdeteksi sekitar pukul 11.31 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel menuju lokasi untuk mencegah kebakaran meluas. “Begitu titik api terpantau, personel segera bergerak ke lapangan agar api tidak semakin meluas. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur yang terlibat,” ucap Agustan, baru-baru ini.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati areal yang terbakar merupakan kawasan dengan karakteristik lahan gambut. Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan semak belukar, pakis-pakisan, dan pohon akasia yang dalam keadaan kering sehingga api berpotensi menjalar dengan cepat apabila tidak segera dikendalikan.

“Selama proses penanganan, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray, serta perangkat komunikasi. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran,” kata Agustan.

Petugas kemudian melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membuat pembatas untuk menghambat pergerakan api menuju bagian kawasan lainnya. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan pada area yang telah dipadamkan guna mengurangi potensi munculnya kembali bara api.

“Operasi pemadaman berlangsung hingga pukul 17.22 WIB dan tim berhasil mengendalikan kebakaran pada area seluas 0,91 hektare. Meski demikian, kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala,” ujarnya.

Penanganan secara berkelanjutan diperlukan mengingat lahan gambut memiliki karakteristik yang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah terlihat padam. Karena itu, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi yang telah ditangani untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas.

“Pemantauan tetap dilakukan setelah proses pemadaman untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman. Langkah ini penting agar api yang masih berpotensi berada di dalam gambut tidak kembali muncul dan meluas,” lanjut Agustan.

Selain penanganan di lapangan, Dinas Kehutanan Kalteng mengingatkan masyarakat agar ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diminta tidak menggunakan api untuk membuka lahan, khususnya ketika kondisi lingkungan relatif kering dan potensi penjalaran api meningkat.

“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya karhutla yang dapat merusak hutan, lahan, dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas masyarakat,” tandas Agustan. (Red/Adv)

banner 728x90

Pos terkait