SEAMEO BIOTROP dan UPR Siapkan Guru Jadi Agen Edukasi Lahan Suboptimal

banner 728x90

PALANGKARAYA – Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Suboptimal hasil kolaborasi SEAMEO BIOTROP dengan Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi langkah nyata meningkatkan kompetensi guru dalam memahami strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 21–23 Juli 2026, di Ruang Teater B Lantai 6 Gedung PPIIG UPR itu diikuti puluhan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Palangka Raya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar lahan suboptimal, tantangan pengelolaannya, hingga berbagai strategi adaptif yang dapat diterapkan sesuai perkembangan kondisi lingkungan. Materi tersebut juga memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi untuk mendukung pemanfaatan lahan yang produktif sekaligus berkelanjutan.
Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr.rer.nat. Doni Yusri, S.P., M.M mengatakan pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal merupakan salah satu program yang diinisiasi SEAMEO BIOTROP pada tahun ini.
“Lahan suboptimal adalah lahan yang ada, tetapi harus dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat. Kalau dibiarkan atau tidak dikelola, lahan tersebut tidak akan menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan. Karena itu, pengelolaan yang tepat menjadi sangat penting agar potensi lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Doni berharap seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan diteruskan oleh para guru kepada peserta didik di sekolah masing-masing.
Menurutnya, pengenalan konsep pengelolaan lahan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pemanfaatan lahan pada masa mendatang.
Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat diterapkan melalui praktik sederhana di lingkungan sekitar. Salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah penerapan sistem biopori pada lahan suboptimal sebagai upaya nyata mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Doni menjelaskan SEAMEO BIOTROP memiliki peran strategis dalam pengembangan pengelolaan lahan suboptimal melalui berbagai kegiatan riset tropika berbasis mitigasi, penyediaan model demonstrasi pengelolaan lahan, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, berbagai program tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi yang dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat.
Sementara itu, akademisi sekaligus salah satu pakar lahan gambut Universitas Palangka Raya, Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si menilai kolaborasi antara SEAMEO BIOTROP dan UPR memberikan kontribusi positif terhadap penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung terwujudnya konsep kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan modul-modul yang diberikan oleh SEAMEO BIOTROP, tentunya para peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan selanjutnya dapat menerapkannya di tengah masyarakat. Hal ini menjadi nilai tambah karena materi yang diberikan bersifat praktis dan aplikatif,” katanya.
Adi mengaku bersyukur Universitas Palangka Raya memperoleh kesempatan menjalin kerja sama dengan SEAMEO BIOTROP di tengah banyaknya perguruan tinggi di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, misalnya melalui pembangunan demplot pengelolaan lahan suboptimal. Mengingat Kalimantan Tengah memiliki lahan suboptimal yang cukup luas, teknologi-teknologi praktis seperti inilah yang perlu terus dikembangkan karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Ririn, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan lahan suboptimal, dirinya juga memiliki kesempatan memperluas jejaring dan bertukar pengalaman dengan guru-guru dari berbagai sekolah.
“Kegiatan ini menurut kami sangat luar biasa. Kami mendapatkan pengetahuan baru, pengalaman, sekaligus kesempatan berkolaborasi dengan guru-guru dari berbagai sekolah. Selama ini kami lebih banyak berinteraksi dengan siswa, sehingga forum seperti ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna karena dapat saling bertukar ide dan wawasan dengan sesama pendidik,” jelas Ririn.
Ririn berharap sinergi antara SEAMEO BIOTROP dan Universitas Palangka Raya dapat terus berlanjut melalui berbagai program lanjutan yang mendukung pengembangan kompetensi guru. Menurutnya, kolaborasi dalam penelitian maupun penyusunan buku mengenai pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal akan memperkaya referensi pembelajaran sekaligus memperluas manfaat ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini.
“Akan sangat baik apabila ada program lanjutan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal, baik dalam bentuk kolaborasi penelitian maupun penyusunan buku yang dapat menjadi referensi bagi guru dan peserta didik,” tutup Ririn.
Melalui pelatihan ini, SEAMEO BIOTROP dan Universitas Palangka Raya memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu menjadi agen penyebarluasan pengetahuan tentang pengelolaan lahan suboptimal. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sehingga mendorong pemanfaatan lahan yang produktif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi pembangunan Kalimantan Tengah. (Red/ADV)

banner 728x90

Pos terkait