Faridawaty: Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga dan Lingkungan

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ancaman narkoba hingga kini masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Karena itu, upaya pemberantasan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diimbangi dengan langkah-langkah pencegahan yang melibatkan keluarga, dunia pendidikan, pemerintah, aparat penegak hukum, serta masyarakat.

“Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” kata Faridawaty.

Ia menilai edukasi mengenai bahaya narkotika harus diberikan secara berkesinambungan sejak usia dini.

Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus mampu menolak berbagai bentuk ajakan maupun pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

Faridawaty mengatakan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menghambat pendidikan, merusak hubungan sosial, hingga menghilangkan potensi generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.

“Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Selain penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkotika juga perlu terus dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak.

Orang tua diharapkan mampu memberikan perhatian, pengawasan, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Selain keluarga, menurutnya lingkungan masyarakat juga memiliki kontribusi besar dalam menciptakan kawasan yang aman dan bebas dari narkoba.

Kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar dinilai dapat membantu memperkuat upaya pencegahan yang dilakukan berbagai pihak.

“Tidak lupa juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung berbagai program pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Faridawaty berharap peringatan HANI 2026 menjadi pengingat bahwa memerangi narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat, upaya melindungi generasi muda Kalteng dari ancaman narkoba dapat terus ditingkatkan.

“Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat melindungi generasi muda Kalteng dari bahaya narkoba serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masa depan mereka,” pungkasnya. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait