Akses Air Bersih Pesisir Kotim Diminta Segera Dibenahi

FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapanno Mandouw.
banner 728x90

PALANGKARAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapanno Mandouw, menyoroti masih terbatasnya akses air bersih yang dialami masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya di kawasan pesisir. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi kebutuhan mendasar yang memerlukan penanganan serius agar masyarakat dapat memperoleh layanan air bersih secara layak dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Keluhan terkait sulitnya memperoleh air bersih masih sering disampaikan warga dalam berbagai kesempatan,” kata Hero, baru-baru ini.

Hero mengatakan ketersediaan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. Karena itu, pembangunan sarana dan prasarana penyediaan air bersih perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, terutama di wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan layanan.

Ia menilai berbagai laporan yang diterimanya menunjukkan masih banyak masyarakat di Kotawaringin Timur yang kesulitan memperoleh air layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera mendapat solusi secara bertahap dan berkesinambungan.

“Beberapa waktu terakhir saya sering menerima keluhan dari warga Kotim terkait sulitnya memperoleh air bersih,” ujarnya.

Menurut Hero, persoalan tersebut paling banyak dirasakan masyarakat yang berada di wilayah hilir Kabupaten Kotawaringin Timur. Keterbatasan sumber air bersih menyebabkan warga harus berupaya sendiri memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga kualitas hidup masyarakat ikut terdampak.

Ia menyebut daerah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, dan Kecamatan Mentaya Hilir Utara merupakan wilayah yang paling sering menyampaikan keluhan mengenai krisis air bersih. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan yang matang agar persoalan serupa tidak terus terjadi setiap tahun.

“Air bersih ini masih menjadi PR besar kita. Misalnya di daerah hilir, seperti Samuda, Mentaya Hilir Selatan, dan Mentaya Hilir Utara, ketersediaannya sangat terbatas,” jelasnya.

Hero menjelaskan kondisi tersebut biasanya semakin memburuk ketika musim kemarau tiba. Masuknya air laut ke aliran Sungai Mentaya menyebabkan kualitas air sungai mengalami penurunan sehingga tidak lagi layak dikonsumsi. Meski demikian, sebagian masyarakat masih terpaksa memanfaatkan air tersebut karena belum tersedianya fasilitas air bersih yang memadai. “Air bersih adalah kebutuhan vital. Semoga aspirasi warga ini bisa segera mendapat perhatian dari pemerintah,” tandas Hero. (Red/Adv)

banner 728x90

Pos terkait