Bank Kalteng Catat Pertumbuhan Positif, DPRD Kalteng Dorong Penguatan Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pertumbuhan kinerja yang ditunjukkan Bank Kalteng hingga tahun buku 2025 dan awal 2026 menjadi perhatian DPRD Kalteng.

Bacaan Lainnya

Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Kalteng bersama jajaran Bank Kalteng, berbagai capaian perusahaan dibahas sekaligus dievaluasi untuk memastikan kontribusinya terhadap pembangunan daerah terus meningkat.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kalteng, Kamis (18/6/2026), turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah mewakili Pj Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden.

Agenda utama yang dibahas meliputi hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 serta peninjauan program dan kegiatan Bank Kalteng pada 2026.

Dalam forum tersebut, Darliansjah menilai Bank Kalteng berhasil mempertahankan kinerja yang baik di tengah tantangan industri perbankan yang terus berkembang.

Sebagai bank milik daerah, keberadaan Bank Kalteng dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Bank Kalteng menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, kredit, dan laba bersih tercatat melampaui rata-rata nasional,” ujar Darliansjah.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Bank Kalteng mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi intermediasi perbankan secara optimal.

Kinerja yang sehat juga menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus memperluas kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Selain aspek bisnis, Darliansjah mengapresiasi langkah transformasi digital yang terus dilakukan Bank Kalteng dalam meningkatkan kualitas layanan.

Inovasi yang dikembangkan dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat di berbagai wilayah Kalteng.

“Digitalisasi layanan, inovasi perbankan, serta penguatan keamanan informasi mencerminkan komitmen Bank Kalteng dalam meningkatkan kualitas layanan sesuai perkembangan zaman,” katanya.

Ia berharap sinergi antara Pemprov Kalteng, DPRD Kalteng, dan Bank Kalteng dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai program pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif.

“Kami berharap Bank Kalteng terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta mendukung program strategis Pemprov Kalteng,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Muhajirin menegaskan bahwa pengawasan terhadap BUMD merupakan bagian dari tugas dan fungsi DPRD.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan tidak hanya bertujuan mengevaluasi kinerja perusahaan, tetapi juga memastikan setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Hari ini kami membahas dua agenda utama, yaitu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 dan evaluasi program serta kegiatan Bank Kalteng Tahun 2026 guna meningkatkan pelayanan dan profesionalitas kinerja,” ungkap Muhajirin.

Ia menjelaskan, Bank Kalteng merupakan salah satu aset penting milik daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi.

Karena itu, DPRD terus memberikan perhatian terhadap perkembangan perusahaan agar tetap tumbuh sehat dan mampu bersaing di tengah perubahan industri perbankan.

Muhajirin juga menyebut RDP tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengawasan yang telah dilakukan Komisi I DPRD Kalteng melalui berbagai kegiatan, mulai dari rapat kerja hingga kunjungan ke sejumlah kantor cabang.

“Rapat Dengar Pendapat ini adalah bagian dari rangkaian pengawasan yang telah kami lakukan, mulai dari rapat kerja, silaturahmi, hingga kunjungan ke sejumlah kantor cabang Bank Kalteng. Kami ingin memastikan Bank Kalteng terus tumbuh secara sehat dan profesional serta memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah memaparkan sejumlah capaian kinerja perusahaan hingga Maret 2026.

Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan positif berhasil dicatat pada berbagai indikator utama, mulai dari aset, kredit, hingga penghimpunan dana masyarakat.

“Kinerja Bank Kalteng tumbuh positif secara tahunan. Aset meningkat 7,68 persen, kredit 8,73 persen, dan Dana Pihak Ketiga 10,56 persen. Kondisi bank juga tetap sehat dan efisien, tercermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional sebesar 64,96 persen,” paparnya.

Menurut Maslipansyah, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, Bank Kalteng tetap fokus menjaga kualitas aset serta memperkuat fondasi bisnis perusahaan.

Selain itu, Bank Kalteng juga terus berperan aktif dalam mendukung program prioritas daerah, salah satunya melalui penyaluran bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

“Hingga 15 Juni 2026, realisasi pencairan dana bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) mencapai 90,76 persen, dengan total dana yang dicairkan kepada keluarga penerima manfaat sebesar Rp24,09 miliar,” ujarnya.

Ke depan, Bank Kalteng akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan kredit yang sehat dan produktif guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pada 2026, Bank Kalteng berkomitmen memperkuat manajemen risiko dan likuiditas secara disiplin, serta mendorong pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Maslipansyah.

Melalui pembahasan dalam RDP tersebut, DPRD Kalteng berharap Bank Kalteng dapat terus meningkatkan kinerjanya sebagai lembaga keuangan daerah yang profesional, inovatif, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalteng. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait