Okki Maulana Dorong Evaluasi Jalur Biru, DPRD Kalteng Tekankan Kualitas dan Manfaat bagi Publik

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Keberadaan jalur sepeda atau Jalur Biru di Kota Palangka Raya dinilai masih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Meski mendapat sorotan akibat kondisi cat marka yang cepat memudar di sejumlah titik, program tersebut dinilai tetap layak dilanjutkan dengan disertai perbaikan kualitas pekerjaan dan pengawasan yang lebih ketat.

Anggota DPRD Kalteng, Okki Maulana, mengatakan bahwa penilaian terhadap suatu program pembangunan tidak dapat hanya berfokus pada kekurangan yang muncul di lapangan.

Menurutnya, manfaat yang diterima masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan sebuah program.

Ia menilai jalur sepeda memiliki fungsi penting sebagai fasilitas pendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Selain memberikan ruang yang lebih aman bagi pesepeda, keberadaan jalur khusus tersebut juga dapat mendukung penataan lalu lintas yang lebih tertib di kawasan perkotaan.

“Kalau ditanya apakah programnya perlu dilanjutkan atau tidak, saya melihat dari sisi manfaatnya terlebih dahulu. Kalau memang manfaatnya bagus untuk masyarakat, ya kenapa tidak dilanjutkan,” kata Okki, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik lebih berkaitan dengan mutu pekerjaan dibandingkan konsep program itu sendiri.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap proses pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga pemilihan material yang digunakan.

Okki menjelaskan, kualitas bahan menjadi faktor penting dalam menentukan ketahanan hasil pekerjaan.

Penggunaan material yang kurang sesuai dengan kondisi jalan dan cuaca berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat, sehingga mengurangi efektivitas penggunaan anggaran daerah.

Karena itu, ia mendorong agar pemerintah mencari alternatif material yang lebih berkualitas dan sesuai untuk permukaan aspal.

Dengan langkah tersebut, hasil pekerjaan diharapkan dapat bertahan lebih lama dan tidak memerlukan perbaikan berulang dalam waktu dekat.

“Namun kalau memang tidak mendesak dan bukan prioritas, tentu tidak perlu dipaksakan. Tetapi kalau itu menjadi kebutuhan dan prioritas masyarakat, silakan dilanjutkan. Tinggal kualitas catnya yang diperbaiki dan dicari solusi yang tepat, termasuk jenis cat yang cocok digunakan untuk permukaan aspal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Okki menegaskan bahwa DPRD Kalteng dalam menjalankan fungsi penganggaran selalu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Setiap program pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia juga menilai pengawasan terhadap pelaksanaan proyek perlu ditingkatkan agar kualitas pekerjaan dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Dengan pengawasan yang optimal, berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan dapat segera diperbaiki sehingga tidak berdampak pada manfaat program secara keseluruhan.

“Saya lihat pekerjaan itu juga masih dilanjutkan, misalnya di kawasan Jalan Thamrin. Yang penting dalam pembahasan anggaran kami selalu melihat mana yang benar-benar menjadi prioritas dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

DPRD Kalteng berharap evaluasi terhadap Jalur Biru dapat menghasilkan solusi yang konstruktif, sehingga fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan masyarakat dengan kondisi yang lebih baik.

Perbaikan kualitas pekerjaan dinilai menjadi langkah penting agar program pembangunan yang telah berjalan mampu memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan bagi warga Palangka Raya. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait