Bambang Irawan Dorong Kalteng Bertransformasi dari Pemasok Bahan Baku Menjadi Daerah Industri

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, mendorong percepatan pengembangan hilirisasi industri sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah di masa depan.

Bacaan Lainnya

Menurut Bambang, Kalteng memiliki berbagai komoditas unggulan yang berasal dari sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

Potensi tersebut dinilai perlu dikelola melalui industri pengolahan agar hasil produksi tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ia mengatakan, selama ini masih banyak komoditas yang dikirim ke luar daerah untuk diproses lebih lanjut. Akibatnya, keuntungan yang berasal dari kegiatan pengolahan dan industri lanjutan lebih banyak dinikmati daerah lain, sementara Kalteng hanya memperoleh manfaat dari sektor produksi bahan baku.

“Sudah saatnya Kalteng tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga berkembang menjadi daerah yang memiliki industri pengolahan yang kuat dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Bambang menilai hilirisasi merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Dengan berkembangnya industri pengolahan, rantai pasok komoditas dapat dipersingkat sehingga manfaat ekonomi dapat berputar lebih lama di dalam daerah.

Selain memberikan nilai tambah pada komoditas unggulan, hilirisasi juga dinilai mampu menciptakan efek berantai yang positif bagi berbagai sektor ekonomi.

Kehadiran industri baru akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, memperluas peluang usaha masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri pengolahan juga dapat menjadi daya tarik bagi investor yang ingin mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal.

Dengan dukungan bahan baku yang melimpah, Kalteng memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan industri di kawasan Kalimantan.

“Dewan sangat mendorong berdirinya hilirisasi industri. Karena program hilirisasi akan menciptakan multiplier effect yang luas. Bukan hanya sektor industri yang berkembang, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Namun demikian, Bambang mengingatkan bahwa keberhasilan program hilirisasi tidak dapat berjalan sendiri.

Diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari akses transportasi, pasokan energi, fasilitas logistik, hingga kemudahan perizinan untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif.

Ia juga mendorong Pemprov bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperkuat kebijakan yang mendukung pengembangan kawasan industri dan investasi berbasis pengolahan hasil sumber daya alam.

“Kita mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan yang mendukung pengembangan industri pengolahan sehingga potensi yang dimiliki Kalteng dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Bambang optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, program hilirisasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.

Dengan demikian, Kalteng tidak hanya menjadi penghasil komoditas, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tinggi yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait