ASN Gunung Mas Ikuti Sekolah Pasar Modal Bersama OJK dan BEI

banner 728x90

KUALA KURUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026 yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang legal, aman, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan kegiatan di Kuala Kurun diikuti ASN dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Melalui program tersebut, OJK dan BEI berkomitmen membangun pemahaman yang lebih baik mengenai investasi di pasar modal sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan sebagai bekal ASN dalam mengambil keputusan keuangan secara bijaksana.

Data menunjukkan perkembangan pasar modal di Kalimantan Tengah terus mengalami pertumbuhan. Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di provinsi ini mencapai 225.128 investor. Kabupaten Gunung Mas turut memberikan kontribusi dengan 9.127 investor atau sekitar 4,05 persen dari total investor di Kalimantan Tengah. Dari sisi transaksi, nilai transaksi saham di Kabupaten Gunung Mas pada periode yang sama mencapai Rp13,84 miliar atau meningkat Rp9,04 miliar, setara 191,56 persen secara tahunan dibandingkan April 2025. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi masyarakat di pasar modal.

Kepala Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, mengatakan kegiatan Sekolah Pasar Modal diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta mengenai investasi, tetapi juga mendorong ASN mulai berinvestasi secara bijaksana melalui instrumen pasar modal yang legal.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap Bapak/Ibu ASN tidak ragu untuk mulai berinvestasi pada produk pasar modal Indonesia, baik saham, obligasi, maupun reksa dana, sebagai langkah nyata dalam membangun kesejahteraan finansial di masa depan,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan peningkatan literasi keuangan di kalangan ASN menjadi faktor penting untuk membentuk pola pengambilan keputusan investasi yang rasional sekaligus menghindarkan masyarakat dari berbagai modus investasi ilegal yang masih marak terjadi.

“Pasar modal Indonesia hadir sebagai salah satu alternatif investasi yang legal dan transparan. Melalui instrumen seperti saham, obligasi/sukuk, reksa dana, ASN juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan asetnya secara bertahap sesuai tujuan keuangan. ASN yang memiliki literasi investasi yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta terhindar dari jebakan investasi ilegal,” terang Primandanu.

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bupati Gunung Mas yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, ST., M.A.P., menilai peningkatan literasi keuangan bagi ASN merupakan langkah strategis karena aparatur pemerintah tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi contoh dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

“ASN sebagai pelayan masyarakat sudah semestinya memiliki literasi keuangan yang baik. Dengan pemahaman yang memadai, ASN diharapkan mampu mengelola penghasilan dan mengambil keputusan finansial secara bijak, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam berinvestasi secara aman dan legal,” terang Richard.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. Asisten Manajer Bidang PEPK dan LMSt OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Noor Bima Haru Kurniawan, memberikan materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan. Dalam sesi tersebut peserta diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan keluarga sebelum memulai investasi, termasuk menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sehingga setiap keputusan investasi dilakukan secara aman, rasional, dan sesuai kemampuan keuangan.

Materi berikutnya disampaikan Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, yang mengulas pasar modal beserta berbagai instrumen investasinya. Selanjutnya, perwakilan perusahaan sekuritas di Kalimantan Tengah memperkenalkan aplikasi online trading, dasar-dasar analisis saham bagi calon investor, serta tata cara pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring agar peserta semakin memahami proses investasi sejak tahap awal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko investasi, mekanisme pembukaan rekening efek, hingga cara mengenali dan menghindari berbagai bentuk investasi ilegal. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran ASN terhadap pentingnya literasi keuangan sebagai bekal dalam membangun kesejahteraan finansial sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang semakin cerdas dalam berinvestasi. Melalui sinergi OJK, BEI, dan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, upaya memperluas literasi serta inklusi pasar modal diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi ASN maupun masyarakat luas. (Red/ADV)

banner 728x90

Pos terkait