Amonius Minta Evaluasi Menyeluruh Program Papan Interaktif Digital di Sekolah Kalteng

Anggota DPRD Kalteng, Amonius Tuyum.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng, Amonius Tuyum, meminta agar pelaksanaan program bantuan papan interaktif digital di SMA, SMK dan Sekolah Khusus (SKh) dievaluasi secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh sekolah.

Bacaan Lainnya

Program digitalisasi pendidikan yang mulai dijalankan sejak 2024 itu dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan Kalteng dengan menyalurkan papan interaktif digital dan dukungan jaringan internet ke sekolah-sekolah menengah.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Kalteng dalam mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Amonius menyampaikan harapannya agar sekolah-sekolah di Barito Timur dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut sebagaimana daerah lain di Kalteng.

“Saya berharap di Barito Timur ini program tersebut dapat berjalan seperti di daerah-daerah lain karena bantuan papan interaktif itu sangat besar manfaatnya,” ujarnya, baru-baru ini.

Sebagai legislator dari Dapil IV yang meliputi Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya, ia menilai papan interaktif digital dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif dan variatif.

Dukungan teknologi dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui tampilan visual dan multimedia.

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa di sejumlah sekolah, pemanfaatan perangkat belum berjalan optimal. Kendala jaringan internet dan pasokan listrik yang belum stabil masih menjadi hambatan utama.

“Kendala utama adalah jaringan internet dan listrik yang belum stabil di sejumlah sekolah. Kalau sudah memakai papan interaktif pasti membutuhkan daya listrik yang lebih besar dan juga jaringan internet yang stabil,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur, Amonius menyebut masih ada perangkat yang belum dipasang dan disimpan oleh pihak sekolah. Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan karena adanya kekhawatiran risiko pencurian.

“Beberapa sekolah juga masih menghadapi kendala masalah keamanan, sehingga perangkat papan interaktif belum bisa dipasang di sekolah dengan pertimbangan rawan dicuri,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan teknis agar penggunaan papan interaktif dapat berjalan maksimal.

“Masih ada juga guru yang belum siap menggunakan perangkat papan interaktif tersebut sehingga perlu diberi pelatihan,” tambahnya.

Amonius berharap Pemprov Kalteng tidak hanya berfokus pada distribusi perangkat, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur, keamanan serta kompetensi tenaga pendidik. Dengan dukungan yang komprehensif, program digitalisasi pendidikan diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran secara merata di seluruh wilayah Kalteng. (*)

+ posts

Pos terkait