Antrean BBM di Palangka Raya Kian Parah, DPRD Kalteng Desak Evaluasi Distribusi

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya masih terus terjadi hingga Jumat (8/5/2026).

Bacaan Lainnya

Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax membuat masyarakat harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat memanjang sejak pagi hari.

Beberapa SPBU bahkan baru melayani pengisian sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, namun masyarakat tetap bertahan menunggu karena khawatir kehabisan stok BBM.

Kondisi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar SPBU. Sejumlah ruas jalan menjadi sempit akibat antrean kendaraan yang memakan sebagian badan jalan, sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat melintas.

Situasi kelangkaan BBM itu juga memicu reaksi masyarakat di media sosial. Ajakan aksi unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Kalteng terkait sulitnya memperoleh Pertalite dan Pertamax di Palangka Raya mulai ramai dibicarakan publik.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, khususnya Pertamina, agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas.

“Kami prihatin melihat masyarakat harus mengantre panjang hanya untuk membeli BBM. Kondisi ini tentu menghambat aktivitas warga, terutama masyarakat yang bekerja menggunakan kendaraan setiap hari,” ujarnya.

Ia menyebut aksi penyampaian aspirasi yang direncanakan masyarakat merupakan bentuk kekecewaan atas sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.

“Penyampaian aspirasi itu wajar selama dilakukan dengan tertib. Masyarakat tentu berharap ada solusi nyata terhadap persoalan distribusi BBM ini,” katanya.

Junaidi juga meminta Pertamina segera melakukan penambahan pasokan BBM ke SPBU-SPBU di Kota Palangka Raya agar antrean panjang dapat segera terurai.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem distribusi BBM, meskipun pihak Pertamina sebelumnya menyatakan stok BBM dalam kondisi aman.

“Kalau memang stok aman, maka distribusinya perlu dievaluasi. Karena fakta di lapangan masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD Kalteng berencana menjadwalkan rapat dengar pendapat guna membahas persoalan tersebut bersama pihak terkait agar diperoleh solusi yang tepat dan tidak berkepanjangan.

Masyarakat berharap distribusi BBM di Palangka Raya dapat segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terus terganggu akibat antrean panjang di SPBU. (*)

+ posts

Pos terkait