
PALANGKA RAYA – Besarnya produksi perikanan tangkap di Kalteng belum sepenuhnya diikuti dengan kuatnya serapan pasar lokal.
Kondisi ini terlihat dari masih dominannya distribusi hasil tangkapan nelayan ke luar daerah, terutama ke Kalimantan Selatan melalui jalur perbatasan seperti Kabupaten Pulang Pisau.
DPRD Kalteng menilai, situasi tersebut berdampak pada belum optimalnya kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Padahal, berdasarkan data tahun 2025, produksi perikanan tangkap di wilayah ini telah mencapai lebih dari 159 ribu ton.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mengatakan kecenderungan nelayan menjual hasil tangkapan ke luar daerah merupakan pilihan rasional yang didasarkan pada pertimbangan ekonomi.
“Ini merupakan mekanisme pasar yang berjalan rasional, dipengaruhi oleh pertimbangan harga, akses, dan efisiensi distribusi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut juga menjadi indikator bahwa sistem tata niaga dan distribusi di dalam daerah masih perlu diperkuat.
Tanpa perbaikan menyeluruh, potensi nilai tambah dari sektor perikanan dikhawatirkan terus mengalir ke luar daerah.
Selain aspek pasar, keterbatasan infrastruktur menjadi faktor penting yang memengaruhi pola distribusi tersebut.
Beberapa wilayah, termasuk Pulang Pisau, masih menghadapi kekurangan fasilitas penunjang seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, hingga sistem rantai dingin.
“Permasalahan ini tidak hanya bersifat teknis sektoral, tetapi juga berkaitan dengan struktur logistik dan konektivitas wilayah secara keseluruhan,” jelasnya.
DPRD mendorong Pemprov melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melakukan langkah strategis, mulai dari penguatan pasar lokal, peningkatan daya saing harga, hingga perluasan jaringan distribusi di dalam daerah.
Upaya ini dinilai penting agar hasil tangkapan nelayan dapat terserap secara optimal di wilayah sendiri.
Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien.
Dengan dukungan sarana yang memadai, arus komoditas perikanan diharapkan tidak lagi bergantung pada pasar luar daerah.
Melalui penguatan tata niaga dan infrastruktur yang terintegrasi, sektor perikanan diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kalteng. (*)












