
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana menekankan perlunya pembenahan sistem pengelolaan sampah di kawasan perkotaan guna menghadapi peningkatan volume sampah yang terus terjadi seiring pertumbuhan jumlah penduduk.
Menurutnya, pola pengelolaan sampah yang masih mengandalkan metode pengumpulan dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah tidak lagi efektif jika tidak diimbangi dengan inovasi dalam pengolahan.
“Kepadatan penduduk yang tinggi membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. Ini penting untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, sistem pengelolaan sampah yang ideal harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya, proses pengolahan, hingga pemanfaatan kembali melalui program daur ulang.
Dengan pendekatan tersebut, tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus menciptakan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah yang baik dan terintegrasi tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pembuangan semata, tetapi juga pada pemilahan, pengolahan, dan daur ulang agar dampak negatif terhadap lingkungan dapat ditekan,” jelasnya.
Okki juga mendorong pemerintah daerah di Kalteng untuk mulai mengembangkan kebijakan pengelolaan sampah berbasis teknologi modern sebagai solusi jangka panjang.
Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengolahan serta mengurangi beban penumpukan sampah di TPA.
“Kota-kota besar di Kalteng harus mulai memikirkan solusi jangka panjang yang melibatkan teknologi modern untuk mengelola sampah,” tegasnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah.
Edukasi mengenai pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga perlu terus dilakukan guna membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia berharap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta dukungan teknologi, sistem pengelolaan sampah di kawasan perkotaan Kalteng dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)












