
PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng bersama Polda Kalteng menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 sebagai langkah memperkuat kesiapan pengamanan selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Kamis (5/3/2026).
Rapat koordinasi dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S Ampung yang mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Kegiatan ini dihadiri jajaran TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, serta berbagai instansi lintas sektoral yang akan terlibat dalam pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Leonard S Ampung menyampaikan bahwa momentum Idulfitri selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat, terutama dalam tradisi mudik dan aktivitas wisata selama libur Lebaran.
“Idulfitri bukan sekadar ibadah rutin, tetapi juga menjadi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun berwisata di Kalteng,” kata Leonard.
Ia menjelaskan bahwa meskipun pergerakan masyarakat pada 2026 diprediksi menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kesiapan seluruh pihak tetap harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, potensi kepadatan pada jalur transportasi maupun pusat aktivitas masyarakat tetap perlu diantisipasi melalui langkah pengamanan dan pelayanan yang optimal.
“Kita harus mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan penumpang pada masa mudik dengan menyiapkan langkah pengamanan dan pelayanan secara optimal,” ujarnya.
Leonard juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarinstansi agar seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Ia mengingatkan seluruh pihak untuk mengesampingkan ego sektoral serta mengedepankan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Hilangkan ego sektoral dan pastikan masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Kesiapan jalan, stabilitas bahan pokok dan BBM, layanan kesehatan 24 jam di jalur mudik, serta semangat Huma Betang untuk menjaga toleransi dan kerukunan harus terus dijaga,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa Operasi Ketupat Telabang merupakan operasi terpadu yang tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik.
Menurutnya, operasi tersebut juga mencakup pengamanan berbagai kegiatan masyarakat selama Ramadan, termasuk kegiatan ibadah dan aktivitas sosial lainnya.
“Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada arus mudik dan balik, tetapi menjadi operasi pelayanan selama bulan suci Ramadan secara menyeluruh,” ujar Iwan.
Ia menambahkan bahwa aparat akan memberikan perhatian khusus pada pengamanan kegiatan ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, pembagian zakat, serta pengawasan di pusat keramaian dan tempat wisata.
“Kita harus menjamin kekhusyukan ibadah Ramadan, menjaga rumah ibadah, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan pengawasan di sektor lalu lintas guna menekan angka kecelakaan selama masa operasi.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat tahun sebelumnya, kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Saya berharap pada Operasi Ketupat 2026 angka kecelakaan dapat ditekan, bahkan tanpa korban meninggal dunia. Upaya preventif dan penegakan hukum harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Operasi Polda Kalteng Sugeng Riyadi menyampaikan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral tersebut diikuti oleh 171 peserta dari berbagai unsur.
Peserta terdiri dari pejabat utama Polda, Kapolres jajaran, serta perwakilan instansi terkait yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran pengamanan Ramadan dan Idulfitri.
Sugeng menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Telabang 2026 direncanakan berlangsung selama 14 hari dengan melibatkan 2.350 personel gabungan.
“Sebanyak 849 personel berasal dari Polda dan jajaran, sedangkan 1.501 personel lainnya merupakan dukungan dari instansi terkait,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran operasi, pihaknya juga akan mendirikan 24 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, serta 14 pos terpadu di sejumlah titik strategis di wilayah Kalteng.
Melalui kesiapan personel dan dukungan lintas sektor, Operasi Ketupat Telabang 2026 diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman. (()












