Tinjau Kapuas dan Perbatasan Kalsel, DPRD Kalteng Dorong Penguatan Pengamanan Arus Mudik 2026

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas baru-baru ini.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kapuas serta meninjau Jembatan Timbang di perbatasan Kalteng dan Kalimantan Selatan (Kalsel), baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis dan pengawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam kunjungan ke Dishub Kapuas, Junaidi menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, mengingat wilayah tersebut merupakan jalur utama penghubung Kalteng dengan Kalsel.

Ia menyebut potensi peningkatan arus kendaraan saat mudik harus diantisipasi melalui langkah konkret dan terkoordinasi.

“Kapuas memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk dan keluar jalur darat antarprovinsi. Karena itu, kesiapan sarana, prasarana, dan personel harus dimaksimalkan,” ujar Junaidi.

Ia meminta agar posko terpadu pengamanan dan pelayanan kesehatan ditempatkan di titik-titik strategis.

Selain itu, pelaksanaan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ram check) terhadap angkutan umum diminta dilakukan secara intensif untuk memastikan kendaraan yang mengangkut pemudik dalam kondisi layak jalan.

“Kita ingin memastikan armada angkutan umum benar-benar memenuhi standar keselamatan. Jangan sampai ada kelalaian yang dapat membahayakan penumpang,” tegasnya.

Junaidi juga menyoroti pentingnya kesiapan petugas lapangan selama masa angkutan Lebaran.

Menurutnya, kehadiran personel yang siaga akan membantu mengurai potensi kemacetan serta mempercepat penanganan apabila terjadi kendala di lapangan.

Sementara itu, dalam peninjauan di Jembatan Timbang perbatasan Kalteng–Kalsel, ia menegaskan fungsi pengawasan kendaraan angkutan barang harus berjalan optimal.

Pengendalian truk Over Dimension dan Over Loading (ODOL) dinilai penting untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.

“Pengawasan kendaraan bermuatan berlebih harus konsisten dilakukan. Selain merusak jalan, ODOL juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya,” katanya.

Di akhir kunjungannya, Junaidi mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, terutama dengan memeriksa kondisi teknis kendaraan mengingat cuaca awal tahun 2026 yang masih fluktuatif.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum mudik,” pungkasnya. (*)

+ posts

Pos terkait