
PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawas SMA, SMK, dan SKH se-Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Berkah Disdik Kalteng, baru-baru ini.
Rakor dipimpin Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, didampingi Plt. Sekretaris Disdik, para kepala bidang terkait, Plt. Kepala BTIKP, serta Koordinator Pengawas. Kegiatan ini diikuti oleh 45 pengawas dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.
Rakor tersebut menjadi wadah penguatan koordinasi dan penegasan kembali peran pengawas sebagai bagian penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di Kalimantan Tengah.
Dalam arahannya, Muhammad Reza Prabowo menekankan bahwa pengawas memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar.
Ia menyebut pengawas tidak hanya berperan sebagai pengendali, tetapi juga sebagai mitra pembina bagi satuan pendidikan.
Menurutnya, pengawasan yang efektif harus mampu memberikan masukan konstruktif bagi sekolah, mendorong perbaikan berkelanjutan, serta memastikan kebijakan pendidikan dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Reza juga memaparkan kondisi anggaran pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang pada 2026 mengalami penurunan signifikan. Dari sekitar Rp2,3 triliun pada 2025, anggaran berkurang menjadi kurang lebih Rp1,3 triliun pada 2026.
Kondisi tersebut menuntut efisiensi serta penetapan prioritas yang tepat dalam setiap program pendidikan.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan sekitar 99 ribu peserta didik menjadi prioritas utama, disusul perhatian terhadap sekitar 10 ribu guru, baik dari sisi kesejahteraan maupun peningkatan kompetensi.
Dalam konteks ini, pengawas diharapkan mampu memastikan kebijakan dan program berjalan tepat sasaran.
Selain itu, Reza menyampaikan bahwa sistem kesejahteraan pengawas kini telah diperbaiki melalui pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme serta mendorong kinerja yang lebih optimal.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kinerja yang terukur.
Pengawas diminta aktif hadir di lapangan dan mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu sekolah binaan.
Menutup arahannya, Reza mengajak seluruh pengawas bekerja dengan semangat pengabdian dan integritas, serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Melalui Rakor ini, Disdik Kalteng berharap peran pengawas semakin kuat sebagai pilar penjamin mutu pendidikan dan mampu mendorong kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan. (*)











