
PALANGKA RAYA – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menyinkronkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai tata kelola, mekanisme, dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Sinkronisasi tersebut diperkuat melalui kegiatan Pengarahan dan Evaluasi Program MBG kepada Kasatpel, yayasan, serta mitra pelaksana di M Bahalap Hotel, Palangka Raya, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, bersama jajaran Badan Gizi Nasional dan para pemangku kepentingan daerah.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan keseragaman pemahaman di lapangan, meningkatkan koordinasi, serta menjaga kualitas layanan gizi bagi penerima manfaat.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Wakil Gubernur Edy Pratowo menyampaikan bahwa Program MBG merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sejak dini.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kelancaran distribusi, tetapi juga oleh kualitas asupan gizi yang diterima anak-anak.
“Program ini dilandasi komitmen pemerintah untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah di Bumi Tambun Bungai. Karena itu, pelaksanaan di lapangan harus disiplin mengikuti standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh pihak pelaksana, mulai dari Satuan Pelayanan hingga mitra yayasan, agar menjaga integritas, profesionalisme, serta konsistensi mutu dalam setiap tahapan kegiatan, baik pengadaan bahan, pengolahan, maupun pendistribusian makanan.
“Evaluasi menjadi instrumen penting untuk memastikan program berjalan efektif dan efisien. Kita ingin standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional benar-benar diterapkan tanpa kompromi kualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa tata kelola yang baik, transparansi, dan kepatuhan terhadap juknis merupakan fondasi utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan serta pelaporan yang akuntabel untuk meminimalkan potensi penyimpangan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana, Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah. (*)












