DPRD Kalteng: Minim Sosialisasi, Program Rumah Guru Terancam Tak Terserap Optimal

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Program penyediaan seribu unit rumah subsidi untuk guru di Kalimantan Tengah belum menunjukkan hasil memuaskan.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa hingga kini baru 127 unit yang terealisasi berdasarkan pendataan sementara.

Ia menilai capaian tersebut masih sangat rendah dan mengindikasikan adanya persoalan dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, tanpa langkah perbaikan, seribu unit rumah yang disiapkan pemerintah dikhawatirkan tidak akan terpenuhi.

Sugiyarto menjelaskan, rendahnya serapan bantuan dipicu oleh minimnya sosialisasi kepada para guru, terutama di daerah yang jauh dari pusat informasi maupun akses perbankan.

Banyak guru, kata dia, belum memahami prosedur, syarat, dan alur pengajuan rumah subsidi tersebut.

Selain itu, absennya pengembang perumahan di beberapa kabupaten turut menjadi hambatan. Guru diwajibkan untuk mengajukan kredit melalui pengembang dan melanjutkan pembayaran sesuai skema yang disediakan.

Namun, di wilayah yang tidak memiliki akses layanan bank seperti BTN, proses ini menjadi semakin sulit.

Ia menegaskan bahwa program subsidi rumah tersebut sebenarnya terbuka untuk seluruh guru di Kalteng, baik negeri maupun swasta, mulai dari jenjang SD hingga SLB, selama memiliki SK sebagai tenaga pendidik dan berstatus sebagai warga Kalimantan Tengah.

Sugiyarto mendorong pemerintah daerah agar memperkuat sosialisasi dan memastikan informasi program dapat dijangkau hingga tingkat sekolah.

Ia berharap para guru yang membutuhkan hunian layak dapat memanfaatkan peluang ini tanpa terkendala minimnya informasi maupun akses teknis.

“Tujuan program ini baik, hanya pelaksanaannya yang perlu diperbaiki. Jika sosialisasi ditingkatkan, saya yakin serapannya bisa jauh lebih optimal,” ujarnya. (dd)

+ posts

Pos terkait