Ojol Palangka Raya Percayakan Proses Hukum, Gelar Doa untuk Rekan Seprofesi

Pernyataan sikap PKM Ojol Palangka Raya tidak akan turut serta dalam demo yang akan digelar pada 1 September 2025.
banner 468x60

PALANGKA RAYA – Peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, akibat dilindas Rantis Brimob pada Sabtu (28/8/2025), menimbulkan gelombang reaksi dari berbagai komunitas ojol di Indonesia.

Banyak di antaranya menggelar aksi damai di depan kantor kepolisian untuk menuntut keadilan.

Berbeda dengan daerah lain, para pengemudi ojol di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memilih langkah yang lebih menekankan pada ketenangan.

Bacaan Lainnya

Mereka tidak mengikuti ajakan demonstrasi yang akan digelar pada 1 September 2025 di Palangka Raya, melainkan menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap almarhum.

Ketua Penyambung Komunikasi Masalah (PKM) Ojol Palangka Raya, Gandi Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menunjukkan empati tanpa harus menimbulkan potensi kericuhan.

“Kami percaya kepolisian akan menuntaskan perkara ini sesuai prosedur hukum yang berlaku. Solidaritas kami wujudkan melalui doa bersama agar suasana tetap aman dan kondusif,” katanya, Minggu (31/8/2025).

Melalui sikap ini, komunitas ojol Palangka Raya berharap masyarakat tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum dalam menyelesaikan kasus tersebut. (Red/dd)

+ posts

Pos terkait