
PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.
Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (5/2/2025) tersebut diawali dengan titik kumpul di depan Bank BRI Jalan Ahmad Yani Palangka Raya. Tim kemudian melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi, meliputi Pasar Besar, Pasar Kahayan, distributor dan pengecer LPG 3 kilogram, serta Gudang Bulog Palangka Raya.
Sidak diikuti Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, perwakilan Perum Bulog Kanwil Kalteng, unsur Polda Kalteng, TNI, dan instansi lintas sektor lainnya.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko menyampaikan, berdasarkan hasil pengecekan di Gudang Bulog, stok pangan strategis terutama beras dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga enam bulan ke depan. Ketersediaan beras medium di pedagang besar juga dinilai cukup hingga memasuki Ramadan.
“Secara umum stok aman dan distribusi berjalan lancar. Kami ingin memastikan masyarakat tetap tenang karena pasokan tersedia,” ujarnya.
Namun demikian, tim mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit dan cabai merah yang berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.
Selain itu, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer juga menjadi perhatian, dengan kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 di Kota Palangka Raya dan dapat mencapai Rp50.000 sampai Rp60.000 di wilayah pedalaman.
Menurut Yuas, pemerintah mendorong kabupaten/kota untuk menyusun mekanisme penetapan harga LPG di tingkat pengecer berdasarkan jarak distribusi dari pangkalan, sehingga terdapat standar harga yang lebih jelas dan proporsional.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu kelangkaan semu.
Pemprov Kalteng bersama TPID akan menyiapkan langkah antisipatif, termasuk pelaksanaan pasar murah atau operasi pasar jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra menjelaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab dalam pengawasan pangan segar serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk komoditas yang memiliki regulasi khusus.
“Kami memastikan suplai pangan, termasuk dari luar pulau, tetap terjaga dan terdistribusi dengan baik di wilayah Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga di awal Ramadan merupakan fenomena yang kerap terjadi setiap tahun, namun biasanya akan berangsur stabil setelah memasuki pekan pertama.
Meski demikian, pengawasan akan terus diperketat agar menjelang Idulfitri lonjakan harga tidak terjadi secara signifikan.
Dengan langkah tersebut, Pemprov Kalteng berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman. (*)












