
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Agie, mengingatkan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar mewaspadai potensi lonjakan permintaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjelang bulan suci Ramadan.
Menurutnya, peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha mikro selama Ramadan kerap berdampak pada naiknya konsumsi LPG.
Oleh sebab itu, pengawasan terhadap stok dan distribusi harus dilakukan lebih intensif guna mencegah terjadinya kelangkaan di tingkat agen maupun pangkalan.
“Kita ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran sulit mendapatkan LPG,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Agie juga meminta agar dinas terkait memastikan harga LPG tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya kenaikan harga yang tidak wajar, maka perlu segera dilakukan penindakan sesuai aturan yang ada.
“Pengawasan harga harus berjalan seiring dengan pengawasan distribusi. Jika ada pelanggaran, tentu harus ditindaklanjuti agar tidak merugikan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pemantauan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh hingga ke titik distribusi terakhir, termasuk melakukan evaluasi berkala terhadap pola penyaluran LPG.
Dengan langkah tersebut, potensi gangguan pasokan maupun praktik yang menyimpang dapat diantisipasi sejak dini.
DPRD Kalteng, lanjutnya, akan terus mengawal kebijakan dan langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah, sehingga kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi secara aman, lancar, dan terjangkau. (*)












