DPRD Kalteng Dorong Pemerintah Pusat Prioritaskan Perbaikan Jalan Tamiang–Ampah

Anggota DPRD Kalteng, Purdiono.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Kerusakan parah pada jalan nasional Tamiang–Ampah di Kabupaten Barito Timur kembali mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono.

Bacaan Lainnya

Ia meminta pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum agar menjadikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas perbaikan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.

Purdiono menilai, jalan Tamiang–Ampah memiliki peran strategis sebagai penghubung antar wilayah dan jalur utama aktivitas masyarakat.

Namun, kondisi jalan yang berlubang dan sempit menyebabkan arus lalu lintas terganggu serta meningkatkan potensi kecelakaan yang dilaporkan terjadi cukup sering.

“Kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama dan tidak lagi memenuhi standar jalan nasional. Selain perbaikan permukaan, perlu dilakukan rekonstruksi sekaligus pelebaran karena kapasitas jalan saat ini tidak memungkinkan kendaraan berpapasan dengan aman,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, upaya penyampaian aspirasi terkait perbaikan jalan tersebut telah dilakukan berulang kali oleh DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada pemerintah pusat.

Namun hingga saat ini, realisasi perbaikan menyeluruh masih sangat dinantikan oleh masyarakat.

Purdiono juga menyinggung pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) yang berdampak pada terbatasnya kemampuan daerah dalam menangani infrastruktur jalan nasional.

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah pusat dapat menyalurkan anggaran dalam bentuk pembangunan fisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dengan kondisi DBH yang berkurang, harapan kita pemerintah pusat hadir melalui pembangunan jalan nasional di Kalimantan Tengah. Bukan sekadar tambal sulam, tetapi pembangunan yang berkualitas dan berjangka panjang,” tegasnya.

Menurutnya, perbaikan jalan nasional Tamiang–Ampah akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi hasil ekonomi, memperlancar mobilitas, serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

“Jika jalannya baik, akses ekonomi akan lancar dan risiko kecelakaan bisa ditekan. Karena itu kualitas dan kapasitas jalan harus benar-benar diperhatikan,” pungkasnya. (*)

+ posts

Pos terkait