Wapres Gibran Beri Penghormatan untuk Petugas Karhutla, Ingatkan Keselamatan di Lapangan

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memberikan penghormatan kepada almarhum Akhmad Rizani, petugas yang gugur saat menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Bacaan Lainnya

Penghormatan tersebut disampaikan Wapres dengan mendatangi kediaman almarhum di Palangka Raya, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan itu dilakukan di sela agenda kerja Wapres meninjau penanganan karhutla di Kalteng, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Di hadapan keluarga yang ditinggalkan, Wapres menyampaikan duka cita sekaligus apresiasi atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas.

Menurutnya, dedikasi petugas di lapangan memiliki arti penting dalam upaya pemerintah menangani karhutla dan melindungi masyarakat.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam, saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla,” ungkap Wapres.

Setelah menyampaikan belasungkawa, Wapres melanjutkan agenda dengan berdialog bersama petugas pemadam karhutla yang bertugas di lapangan.

Ia memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan para petugas dalam memadamkan titik api dan menangani dampak kebakaran.

Wapres menyebut petugas lapangan merupakan ujung tombak dalam penanganan karhutla.

Karena itu, kerja keras tersebut harus diiringi dengan penerapan prosedur keselamatan agar petugas dapat menjalankan tugas tanpa mengabaikan risiko yang dihadapi.

“Terima kasih atas kerja keras Bapak Ibu dalam memadamkan titik api mulai dari awal terjadinya kebakaran. Bapak Ibu adalah ujung tombak pelaksana di lapangan. Mohon tetap jaga keselamatan dalam bekerja. Gunakan APD sesuai prosedur dan sebisa mungkin menjaga kesehatan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif. Pemadaman api menjadi bagian penting, namun pemerintah juga perlu memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga lingkungan dan habitat satwa liar yang terdampak.

Perhatian terhadap masyarakat yang berada dalam kelompok rentan juga tidak boleh diabaikan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas perlu memperoleh perlindungan serta pelayanan yang sesuai dengan kondisi selama karhutla berlangsung.

Wapres meminta seluruh langkah penanganan di lapangan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang sebenarnya. Upaya harus terukur, efektif, dan tepat sasaran, sementara komunikasi dengan masyarakat perlu terus diperkuat agar informasi mengenai perkembangan karhutla dan langkah pemerintah dapat tersampaikan secara jelas. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait