Wapres Gibran Cek Langsung Kondisi Orangutan Terdampak Asap Karhutla di Nyaru Menteng

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memastikan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap satwa mendapat perhatian serius.

Bacaan Lainnya

Hal itu ditunjukkannya saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Palangka Raya, Kalteng, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah kondisi asap karhutla yang cukup pekat hingga sempat menyulitkan proses pendaratan pesawat. Meski demikian, Wapres tetap melanjutkan agenda untuk melihat secara langsung kondisi satwa dan fasilitas rehabilitasi yang menjadi tempat perawatan orangutan.

Dalam kunjungannya, Wapres didampingi para pejuang satwa dan dokter hewan yang turut datang dari Jakarta. Mereka bersama-sama meninjau kondisi orangutan, proses perawatan, serta kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung penanganan satwa selama terdampak karhutla.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres.

Wapres juga berdialog dengan dokter hewan, relawan, dan tim BOSF yang selama ini menjalankan proses rehabilitasi. Dari peninjauan itu, ia melihat langsung berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan orangutan di tengah kondisi lingkungan yang terdampak asap.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses perawatan, Wapres menyerahkan sejumlah bantuan berupa obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan medis serta perawatan orangutan yang terdampak paparan asap.

Selain melihat proses rehabilitasi, Wapres mengunjungi Forest School BOSF Nyaru Menteng. Di fasilitas ini terdapat 17 orangutan yang sedang menjalani pembinaan sebagai bagian dari proses rehabilitasi.

Wapres kemudian meninjau area Karantina Individu Orangutan. Sekitar 90 orangutan menjalani perawatan di lokasi tersebut dalam sejumlah kandang yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satwa.

Di area karantina, Wapres menyaksikan proses nebulisasi atau pemberian uap kepada orangutan. Proses tersebut menjadi salah satu bentuk penanganan yang dilakukan tim medis untuk membantu satwa menghadapi dampak asap karhutla.

Menurut Wapres, penanganan satwa harus dilakukan bersamaan dengan pemulihan lingkungan. Sebab, kondisi habitat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan hidup orangutan setelah proses perawatan selesai.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tegasnya.

Pemulihan habitat, kata Wapres, menjadi bagian penting agar satwa tetap memiliki sumber pakan dan air yang memadai. Kondisi ekosistem yang kembali baik juga diperlukan untuk mendukung kehidupan satwa dalam jangka panjang.

Wapres turut menyampaikan apresiasi kepada para dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten memberikan perawatan serta perlindungan terhadap satwa Indonesia.

“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” pungkas Wapres.

Kunjungan Wapres ke Nyaru Menteng menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap dampak karhutla secara menyeluruh. Penanganan bencana tidak hanya diarahkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman asap, tetapi juga memastikan satwa terdampak memperoleh perawatan dan habitatnya mendapat perhatian dalam proses pemulihan. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait