Karhutla Dua Hektare di Kumai Ditangani Tim Gabungan

banner 728x90

KOTAWARINGIN BARAT – Tim gabungan yang terdiri atas Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) KPHP Kotawaringin Barat, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Barat terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan/Desa Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, guna mencegah api meluas di kawasan lahan gambut.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, mengatakan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla sehingga kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. “Kecepatan respons terhadap setiap laporan masyarakat merupakan kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang terus berjibaku di lapangan. Pengendalian karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan dan kepedulian masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” ujarnya, baru-baru ini.

Operasi pemadaman dilakukan pada Selasa (4/8/2026) setelah petugas menerima laporan masyarakat mengenai munculnya titik api di kawasan tersebut. Kegiatan pemadaman berlangsung mulai pukul 13.50 WIB hingga pukul 18.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi.

Agustan menjelaskan sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama pada musim kemarau. Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi mampu mempercepat proses penanganan sekaligus meminimalkan risiko meluasnya kebakaran.

Lokasi kebakaran berada di Areal Penggunaan Lain (APL) dengan vegetasi berupa semak belukar dan kebun masyarakat di atas lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi juga merambat ke bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan yang lebih intensif.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan satu unit truk pemadam milik KPHP Kotawaringin Barat, lima unit truk water supply BPBD, satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Kotawaringin Barat, mesin pompa Honda WL, selang pemadam, nozel, GPS, handy talky (HT), serta berbagai peralatan pendukung lainnya untuk menunjang efektivitas pemadaman.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Hingga laporan tersebut disusun, sekitar satu hektare lahan telah berhasil dipadamkan, sedangkan proses pemadaman masih terus dilanjutkan karena masih terdapat sejumlah titik api yang harus ditangani.

Agustan menegaskan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memperkuat koordinasi bersama seluruh instansi terkait dalam upaya pengendalian karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kejadian kebakaran dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan,” tandas Agustan. (Red/Adv)

banner 728x90

Pos terkait