Dalam Sehari, 115 Hektare Karhutla Ditangani di Kalteng, 10.700 Personel Dikerahkan

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng terus digencarkan. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 63 kejadian berhasil ditangani dengan total luasan lahan mencapai 115,35 hektare (Ha).

Bacaan Lainnya

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng mengoordinasikan penanganan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan dan unsur terkait lainnya bersama-sama bergerak di lokasi kejadian.

Penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api. Tim juga melakukan pembasahan lahan, penyekatan serta pemantauan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran. Pola penanganan ini dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Berdasarkan Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Kalteng per 17 September 2026, Kotawaringin Timur mencatat luasan pemadaman paling besar, yakni 24,87 Ha dari sembilan kejadian.

Seruyan menyusul dengan 20,25 Ha dari enam kejadian, kemudian Pulang Pisau 14,50 Ha dari lima kejadian dan Kapuas 14,20 Ha dari delapan kejadian. Barito Utara mencatat 12 Ha dari empat kejadian, sedangkan Katingan mencapai 10 Ha dari tiga kejadian.

Karhutla juga ditangani di Barito Selatan dengan luasan 4,37 Ha, Kotawaringin Barat 3,50 Ha, Gunung Mas 3 Ha dan Kota Palangka Raya 2 Ha. Selanjutnya Sukamara 1,10 Ha, Lamandau 0,50 Ha, Murung Raya 0,06 Ha dan Barito Timur 0,05 Ha.

Untuk memperkuat operasi, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan di berbagai wilayah. Kekuatan tersebut mendapat dukungan enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/patroli.

Keterlibatan perangkat daerah juga terus berjalan. Sebanyak 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kalteng turut terlibat dalam kegiatan pemadaman dan penyekatan. Hingga saat ini, jajaran OPD telah melaksanakan 504 kegiatan dengan area yang berhasil diamankan mencapai 105,93 Ha.

BPBPK Kalteng terus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam pelaksanaan operasi. Pengerahan personel, penggunaan sarana dan prasarana, serta penanganan lokasi rawan menjadi bagian dari koordinasi agar respons terhadap kejadian Karhutla dapat dilakukan secara cepat.

Di tengah operasi pemadaman, kondisi cuaca dan lingkungan juga menjadi perhatian. Informasi BMKG Kalteng menyebutkan kondisi Karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai. Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, sedangkan asap dilaporkan menyebar ke beberapa wilayah di Kalimantan hingga lintas batas menuju negara tetangga.

Jarak pandang di sejumlah wilayah dilaporkan terbatas. Kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi lahan yang kering hingga sangat kering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Karena itu, pemantauan titik panas dan wilayah rawan terus dilakukan seiring dengan kegiatan pemadaman, pembasahan serta penyekatan. Pergerakan tim di lapangan disesuaikan dengan perkembangan kondisi untuk mengantisipasi meluasnya area kebakaran.

BPBPK Kalteng bersama Pemprov Kalteng dan seluruh unsur terkait terus menjalankan langkah penanganan secara terpadu. Pengerahan sumber daya dilakukan untuk menekan luasan Karhutla sekaligus mendukung perlindungan dan keselamatan masyarakat serta petugas selama operasi berlangsung. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait