Kalteng Siapkan Lompatan Besar Layanan Stroke, Penghargaan Internasional Jadi Pemicu Pembenahan

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pengakuan internasional melalui World Stroke Organization (WSO)/Angels Award Platinum Status yang diraih RSUD dr. Doris Sylvanus menjadi awal penguatan sistem pelayanan stroke di Kalteng.

Bacaan Lainnya

Pemprov memastikan capaian itu tidak berhenti sebagai prestasi, melainkan menjadi pijakan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas hingga seluruh daerah.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden, saat mewakili Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo pada Audiensi Penyerahan Sertifikat serta Penguatan Pelayanan Stroke Kalteng di Aula 1A dan 1B Gedung Diklat Lantai II RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Rabu (5/8/2026).

Linae mengatakan, penghargaan yang diterima RSUD dr. Doris Sylvanus menjadi bukti bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Kalteng mampu memenuhi standar internasional.

Keberhasilan itu juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu layanan, memperluas jangkauan, serta menghadirkan sistem penanganan stroke yang lebih cepat dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan, arah pembangunan kesehatan di Kalteng terus berfokus pada pemerataan pelayanan melalui Program Prioritas Huma Betang, khususnya Betang Sehat.

Program tersebut mencakup layanan berobat gratis berbasis KTP, penguatan puskesmas, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan desa, pendampingan ibu hamil, hingga penyediaan ambulans di setiap desa sebagai bagian dari upaya mempercepat akses layanan kesehatan.

Meski telah mencatat kemajuan, tantangan pelayanan stroke masih perlu mendapat perhatian serius. Saat ini fasilitas yang mampu menangani stroke akut masih terpusat di Palangka Raya, sementara masyarakat di wilayah lain masih menghadapi keterbatasan akses akibat minimnya dokter spesialis saraf, fasilitas CT Scan, dan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Stroke bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan. Ketika penanganan terlambat, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga produktivitas keluarga dan kualitas hidup masyarakat,” kata Linae.

Untuk memperkuat pelayanan, Pemprov Kalteng akan mengimplementasikan lima langkah strategis, yaitu menyusun Program Stroke Terpadu tingkat Kalteng, memperluas rumah sakit siaga stroke di kabupaten dan kota, mengintegrasikan layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan, serta membangun Daerah Siaga Stroke pertama di Kalteng melalui kolaborasi berbagai pihak.

Penguatan sistem itu diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien sejak munculnya gejala awal hingga memperoleh tindakan medis. Langkah cepat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecacatan permanen maupun kematian akibat stroke.

Plt Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, menjelaskan bahwa WSO/Angels Award Platinum Status diberikan kepada rumah sakit yang mampu menerapkan standar pelayanan stroke secara konsisten, mulai dari deteksi dini, diagnosis, pemberian terapi, hingga dokumentasi pelayanan yang sesuai standar internasional.

Predikat Platinum merupakan peningkatan dari penghargaan Gold yang sebelumnya telah diraih. Peningkatan itu menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam sistem pelayanan yang dibangun oleh rumah sakit.

“Penghargaan ini bukan diberikan karena gedung atau fasilitas, melainkan karena kualitas proses pelayanan yang kami bangun secara konsisten. Platinum menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan sudah menjadi budaya kerja sehari-hari,” ujar Suyuti.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD dr. Doris Sylvanus menjadi indikator perlunya pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah.

Dengan meningkatnya kemampuan rumah sakit di kabupaten dan kota, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus selalu dirujuk ke Palangka Raya.

Sinergi antara Pemprov, pemerintah daerah, rumah sakit, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu membentuk jejaring pelayanan stroke yang lebih kuat.

Dengan demikian, masyarakat di seluruh wilayah Kalteng memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan stroke. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait