Kalteng Gerakkan Kekuatan Lintas Sektor, 372 Karhutla Berhasil Ditangani

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng terus mengintensifkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengerahkan kekuatan lintas sektor di berbagai wilayah. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan untuk mempercepat pemadaman, mencegah api kembali muncul, sekaligus mengurangi dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, Satgas Bencana Karhutla Kalteng bersama unsur terkait telah menangani 372 kejadian Karhutla dengan total luasan mencapai 63,20 hektare. Penanganan dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari operasi darat dan udara, pembasahan, pendinginan, pembangunan sarana pengendalian api, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap.

Operasi lapangan dikoordinasikan melalui Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan TRC BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta OPD di lingkungan Pemprov Kalteng.

Lebih dari 40 OPD turut mendukung penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Keterlibatan berbagai unsur ini mencakup kegiatan pemadaman, pembasahan, pelayanan masyarakat, penanganan dampak asap, hingga dukungan terhadap upaya pencegahan kebakaran.

Pada 13-14 September 2026, tim gabungan kembali bergerak menangani sejumlah kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya, Gunung Mas, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau. Petugas melakukan pemadaman sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali setelah api berhasil dilokalisasi.

Tahapan penanganan dilanjutkan dengan pendinginan atau mopping up. Petugas menyisir area bekas terbakar untuk memastikan bara api tidak kembali menyala. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran susulan, terutama pada lahan yang masih menyimpan panas di bawah permukaan.

Pemprov Kalteng juga memperkuat upaya pencegahan melalui pembangunan sumur bor dan sekat bakar atau firebreak di kawasan rawan. Ketersediaan sarana pendukung di lokasi prioritas diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran sekaligus membantu menjaga kelembapan lahan.

Untuk kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat, operasi udara terus dioptimalkan. Helikopter water bombing dikerahkan dari Palangka Raya dan Sampit untuk membantu pemadaman di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan cepat.

Operasi water bombing menyasar sejumlah kawasan prioritas, seperti Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, serta kawasan Taman Nasional Sebangau. Penggunaan armada udara menjadi bagian dari strategi menghadapi karakteristik lahan gambut yang memiliki tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

Pengendalian Karhutla juga diperkuat dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) melalui kerja sama Pemprov Kalteng dengan BNPB, BMKG, dan BRIN. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan pada wilayah yang membutuhkan pembasahan.

Tambahan curah hujan diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan dan mengurangi potensi penyebaran api. Strategi ini melengkapi upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan di darat maupun melalui operasi udara.

Sementara itu, dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat terus mendapat perhatian. Dinas Kesehatan Kalteng bersama fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit daerah telah menangani 4.004 kasus atau pasien gangguan pernapasan/ISPA yang berkaitan dengan paparan asap Karhutla.

Untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap, pemerintah telah membagikan puluhan ribu masker, mengoperasikan posko kesehatan bergerak, serta menyediakan oksigen gratis di sejumlah lokasi yang membutuhkan.

Pelayanan kesehatan menjadi bagian dari penanganan Karhutla secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pengendalian api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memperoleh perlindungan dan akses layanan kesehatan selama kualitas udara terdampak asap.

Keseriusan penanganan diperkuat melalui penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla oleh Gubernur Kalteng yang berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026. Status ini menjadi landasan penguatan koordinasi dan pengerahan sumber daya dalam menghadapi kondisi darurat Karhutla.

Seluruh unsur terkait terus didorong untuk mempercepat respons terhadap setiap kejadian. Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas pengendalian di lapangan.

Pemprov Kalteng mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kewaspadaan selama kondisi rawan Karhutla. Setiap aktivitas yang berpotensi memicu api perlu dihindari agar tidak menimbulkan kebakaran yang berdampak lebih luas.

Masyarakat juga diminta segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api atau melihat aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla. Penanganan sedini mungkin dapat membantu petugas mengendalikan api sebelum berkembang dan meluas ke kawasan lain.

Dengan penguatan operasi darat dan udara serta dukungan berbagai pihak, Pemprov Kalteng terus berupaya menjaga pengendalian Karhutla agar berjalan cepat, terpadu, dan berkesinambungan. Partisipasi masyarakat tetap menjadi kunci dalam mencegah kebakaran sekaligus melindungi lingkungan dan kesehatan warga. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait