Ketua Komisi II DPRD Kalteng Ajak Seluruh Elemen Bersatu Cegah Karhutla

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah.
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum, untuk memperkuat sinergi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Imbauan itu disampaikan pada Jumat (24/7/2026) seiring meningkatnya potensi karhutla di sejumlah daerah di Kalteng.

Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

“Karhutla adalah ancaman yang dampaknya dirasakan oleh semua orang. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” kata Siti Nafsiah.

Ia menjelaskan, perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Kalteng memiliki kewajiban untuk menjaga kawasan usahanya agar tetap aman dari kebakaran. Selain menyediakan sarana pemadaman, perusahaan juga diminta aktif memberikan edukasi kepada pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurut Siti Nafsiah, langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

Oleh sebab itu, patroli rutin dan deteksi dini terhadap kemunculan titik api perlu terus ditingkatkan.

“Jangan menganggap pembakaran lahan sebagai cara yang mudah dan murah. Dampak yang ditimbulkan justru jauh lebih besar, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Kalteng dalam menekan angka karhutla sangat bergantung pada tingkat kesadaran masyarakat dan kepatuhan seluruh pelaku usaha terhadap aturan yang berlaku. Karena itu, edukasi dan sosialisasi perlu terus digencarkan hingga ke tingkat desa.

Siti Nafsiah juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya menjaga lingkungan.

Ia berharap tidak ada lagi kasus kebakaran yang dipicu oleh aktivitas manusia, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu kabut asap.

“Mari jadikan pencegahan karhutla sebagai gerakan bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama yang baik, kita bisa menjaga Kalteng tetap hijau, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait