Gubernur Agustiar Sabran Pastikan Warga Terdampak Karhutla Tak Jalan Sendiri

banner 728x90

PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran turun langsung menemui masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan warga mendapatkan bantuan sekaligus dukungan dalam menghadapi dampak karhutla yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

“Kita jangan patah semangat, bersyariat dan berusaha,” ungkap Gubernur saat menyerahkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dan Bantuan Pangan Gubernur kepada masyarakat terdampak karhutla di SMA Negeri 10 Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya, baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur menegaskan pemerintah harus hadir dan memahami secara langsung kondisi masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat karhutla. Menurutnya, keteguhan warga untuk bertahan dan bangkit menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan pembangunan di Kalimantan Tengah.

“Semangat kalian adalah semangat bagi saya untuk membangun Kalteng,” tegas Agustiar.

Selain menyerahkan KHBS dan bantuan pangan, Gubernur juga memberikan masker serta obat stimulan kepada masyarakat sebagai bagian dari kepedulian terhadap kesehatan warga yang terdampak kondisi udara akibat karhutla. Perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak melalui santunan yang diserahkan secara pribadi menggunakan uang Gubernur.

Kepedulian kepada masyarakat, menurut Gubernur, tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dalam menghadapi dampak karhutla, tetapi juga melalui penguatan program yang menyentuh kebutuhan dasar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menempatkan kesehatan dan pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan yang manfaatnya harus dirasakan masyarakat.

“Kesehatan dan pendidikan menjadi program prioritas kita di Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Penyaluran bantuan di Petuk Katimpun mencakup 333 penerima KHBS. Selain itu, sebanyak 380 masyarakat non-KHBS juga menerima bantuan, terdiri atas 230 orang yang hadir langsung di SMA Negeri 10 Petuk Katimpun dan 150 orang dari RT 11 Raflesia, khususnya masyarakat rentan yang tidak memungkinkan datang ke lokasi kegiatan.

Penyaluran hingga kepada warga yang tidak dapat hadir menunjukkan upaya pemerintah agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Gubernur juga menekankan bahwa masyarakat yang sehat dan memperoleh pendidikan yang baik merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah, sehingga perlindungan terhadap warga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus memastikan program pembangunan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih,” tandas Agustiar. (Red/Adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait