Panen 1,1 Ton Melon, Smart Greenhouse Perkuat Ketahanan Pangan dan Inovasi Pertanian Kalteng

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pengembangan pertanian berbasis teknologi di Kalteng terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Bacaan Lainnya

Melalui Smart Greenhouse yang dikelola Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, penerapan sistem budidaya modern berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus menghasilkan komoditas hortikultura yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Keberhasilan panen melon menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi mampu menghadirkan sistem pertanian yang lebih efektif, efisien, serta mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian agar mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Panen dilaksanakan di Smart Greenhouse II UPT Balai Pengujian Mutu Pakan, Perbibitan, dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPHMT), Jalan Tjilik Riwut Km 38, Palangka Raya, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan dipimpin Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, dan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, bersama rombongan.

Rendy Lesmana menjelaskan Smart Greenhouse merupakan salah satu bentuk inovasi budidaya yang memadukan teknologi dengan konsep pertanian berkelanjutan.

Kehadiran fasilitas ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi yang dapat diadopsi petani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

“Melalui Smart Greenhouse, kami ingin menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya mampu menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas, lebih efisien, dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, model seperti ini dapat direplikasi oleh kelompok tani maupun masyarakat sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Panen dilakukan pada lahan seluas sekitar 500 meter persegi dengan sistem hidroponik. Sebanyak 880 batang tanaman melon mampu menghasilkan sekitar 1,1 ton buah berkualitas.

Capaian ini menjadi indikator bahwa penerapan teknologi budidaya mampu memberikan hasil optimal meski memanfaatkan lahan yang relatif terbatas.

Berbagai varietas unggulan dikembangkan di Smart Greenhouse II, di antaranya Kansen (Legi Hami), Dalmesion, Honey Ground, Validas (Hami), Hamichi (Sweet Hami), dan Sweet Net 9 (Legi Songo).

Pengembangan berbagai jenis melon ini menjadi strategi untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura lokal.

Program pengembangan Smart Greenhouse juga terus diperluas. Saat ini Smart Greenhouse III telah memasuki tahap budidaya dan diproyeksikan memasuki masa panen pada akhir Agustus 2026.

Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat edukasi dan demonstrasi pertanian modern di Kalteng.

Di sela kegiatan, Aisyah Thisia Agustiar Sabran meninjau langsung proses budidaya melon.

Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan produktif memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gerakan PKK, lanjutnya, terus mendorong keluarga agar memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan yang produktif.

Langkah sederhana itu diyakini mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, serta membangun budaya bercocok tanam di lingkungan masyarakat.

Aisyah menegaskan TP PKK Kalteng akan terus menyinergikan berbagai program dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta visi Pemprov, “Kalteng BERKAH, Kalteng Maju”.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat penurunan stunting, dan mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait