PWI Kalteng Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba

FOTO Ist.: Ketua PWI Kalteng M Zainal
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Gugurnya tiga anggota Kepolisian saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, menjadi perhatian serius berbagai kalangan di Kalimantan Tengah. Peristiwa tersebut turut membangkitkan kesadaran akan pentingnya memperkuat gerakan bersama untuk mencegah dan memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba di daerah.

Bacaan Lainnya

“Kami insan pers yang tergabung dalam PWI Kalteng sangat mengapresiasi langkah GDAN yang didukung penuh Bapak Gubernur dalam mendeklarasikan perang melawan narkoba. Ini penting untuk menyelamatkan generasi penerus dari pengaruh narkoba yang sangat merusak,” tutur Ketua PWI Kalteng M Zainal kepada sejumlah awak media di Balai PWI Kalteng, baru-baru ini.

Gerakan bersama tersebut salah satunya diwujudkan melalui Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Kalteng yang digagas Sadagori H Binti dengan dukungan Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran. GDAN menggelar Deklarasi Perang Melawan Narkoba di Bundaran Talawang, Palangka Raya, yang diikuti 3.333 orang dari berbagai kalangan sebagai bentuk komitmen bersama memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Semangat GDAN perlu mendapat dukungan dari semua pihak dan kalangan. Jika hanya GDAN, Gubernur, Kapolda, Pangdam, Kejati, Bupati, dan Wali Kota saja yang bergerak, hal itu sangat mustahil,” katanya.

Zainal menilai, upaya pemberantasan narkoba tidak akan berjalan maksimal apabila hanya bertumpu pada GDAN, pemerintah, serta aparat penegak hukum. Menurutnya, narkoba merupakan ancaman bersama yang dampaknya dapat menyentuh berbagai lapisan kehidupan sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat secara luas dalam membangun pencegahan sejak lingkungan keluarga hingga masyarakat.

“Tidak dipungkiri, pengaruh narkoba merusak semua sendi kehidupan. Mungkin saja akibat pengaruh narkoba ini, generasi terbaik Kalteng akan hilang dan daerah kita akan hancur,” tegasnya.

Sebagai Ketua Harian DAD Katingan, Zainal juga menempatkan pers sebagai salah satu unsur yang memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun kesadaran publik. Melalui pemberitaan dan informasi yang edukatif, insan pers dinilai dapat membantu masyarakat memahami bahaya narkoba sekaligus memperkuat kepedulian terhadap upaya menciptakan lingkungan yang terbebas dari pengaruh narkotika.

“Kami insan pers yang tergabung dalam PWI Kalteng juga harus ikut mengambil bagian dalam menyuarakan pentingnya lingkungan yang bebas dari pengaruh narkoba,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dapat menjadi kekuatan penting untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba sekaligus mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu menjaga generasi Kalimantan Tengah agar tetap tumbuh dan berkembang serta memiliki kemampuan bersaing demi kemajuan daerah.

“Kami yakin, jika semua bergandengan tangan dalam memberantas narkoba ini, Kalteng akan semakin berkah, semakin maju, dan semakin sejahtera,” tandas Zainal. (Red/Adv)

banner 728x90

Pos terkait