Dari Kampus untuk Masa Depan Kalteng, Gubernur Ajak Mahasiswa UIN Jemput Peradaban

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengajak mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya menjadikan masa kuliah sebagai momentum membangun kapasitas diri sekaligus menyiapkan kontribusi bagi masa depan daerah.

Bacaan Lainnya

Ajakan itu disampaikan melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalteng, Sunarti, dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Palangka Raya di Aula Utama UIN Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).

Agustiar mengajak mahasiswa mengubah pola pikir dari sekadar “menuntut ilmu” menjadi “menjemput peradaban”. Pesan itu menjadi dorongan agar mahasiswa tidak hanya mengejar kelulusan dan gelar akademik, tetapi mampu memanfaatkan pengetahuan untuk melahirkan gagasan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai mahasiswa UIN, kalian membawa beban moral dan spiritual yang istimewa. Kalian menuntut ilmu di lembaga yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sains dan keilmuan modern,” ujar Sunarti saat membacakan pesan Gubernur.

Lingkungan pendidikan UIN yang memadukan nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus landasan moral.

Oleh karena itu, mahasiswa diminta menjalani proses pendidikan secara sungguh-sungguh dan tidak menjadikan IPK sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Jangan pernah merasa cukup hanya dengan mengejar IPK tinggi. Kejarlah pemahaman yang mendalam, kembangkan pola pikir kritis, dan jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menebar kebaikan atau rahmatan lil `alamin,” katanya.

Mahasiswa juga didorong untuk berani mengembangkan pola pikir kritis dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kemampuan menganalisis persoalan, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta mencari solusi menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam konteks pembangunan daerah, Agustiar menyebut Kalteng membutuhkan SDM unggul yang memiliki keahlian, integritas, dan kemampuan mengikuti perubahan. Generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi memiliki posisi penting karena kelak akan mengisi berbagai bidang kehidupan dan pembangunan.

“Kalteng saat ini sedang bergerak cepat menuju kemajuan. Kita membutuhkan SDM yang unggul, ahli di bidangnya, berintegritas, dan memahami kearifan lokal Falsafah Huma Betang,” tuturnya.

Falsafah Huma Betang juga diharapkan menjadi nilai yang tetap hidup dalam diri mahasiswa. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan semangat kebersamaan, toleransi, persatuan, serta kepedulian terhadap sesama.

Untuk memperkuat kemampuan tersebut, mahasiswa diminta tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik. Organisasi kampus, kegiatan sosial, pelatihan, pengembangan keterampilan, dan berbagai aktivitas positif lainnya dapat dimanfaatkan untuk menambah pengalaman.

“Jangan biarkan waktu kalian habis hanya untuk hal-hal yang tidak produktif. Aktiflah di organisasi kampus, pelajari keterampilan baru, dan bangun jejaring seluas-luasnya,” pesan Gubernur.

Kemampuan kepemimpinan, komunikasi, penguasaan teknologi, dan membangun jejaring menjadi sejumlah keterampilan yang perlu dikembangkan sejak di bangku kuliah. Pengalaman itu diharapkan dapat membantu mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Pada sisi lain, Gubernur mengingatkan mahasiswa agar menjaga pergaulan dan menjauhi berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan. Pergaulan bebas, tindakan asusila, perjudian online, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku negatif lainnya diminta tidak menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa.

Agustiar juga mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perjuangan orang tua yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan. Kesempatan berkuliah perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab dengan menunjukkan kesungguhan dalam belajar dan mengembangkan diri.

“Ingatlah pengorbanan orang tua yang mendoakan dan membiayai kuliah kalian. Tunjukkan bahwa kepercayaan mereka tidak sia-sia,” tegasnya.

Mahasiswa baru juga diajak berani memiliki cita-cita besar. Setiap proses pendidikan tentu memiliki tantangan, sehingga diperlukan ketekunan dan semangat untuk terus bangkit ketika menghadapi kesulitan.

“Bercita-citalah setinggi bintang di langit, sehingga ketika terjatuh, kita tetap berada di antara bintang-bintang,” ungkapnya.

Gubernur menekankan bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan. Setiap pencapaian membutuhkan proses yang diiringi kemauan, usaha, doa, kerja keras, kesabaran, serta pengorbanan.

“Dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Semua bergantung pada kemauan, usaha, dan doa. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua membutuhkan proses, kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan,” jelasnya.

Pemprov Kalteng terus berupaya memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Program strategis, termasuk penyediaan beasiswa dan dukungan sarana serta prasarana pendidikan, diharapkan dapat membantu generasi muda memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.

“Kami terus berupaya menyediakan berbagai program strategis agar pemuda-pemudi Kalteng mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dukungan pemerintah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa berkembang secara optimal.

Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, mahasiswa UIN Palangka Raya diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai bidang sekaligus membawa nama baik daerah.

Kepada jajaran pimpinan dan dosen UIN Palangka Raya, Agustiar meminta mahasiswa baru mendapatkan pembinaan yang mampu mengembangkan seluruh potensi mereka.

“Bimbinglah mereka menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait