Gubernur Kalteng Minta Kepastian Kabar Helikopter Jatuh di Seruyan

FOTO Ist.: Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menanggapi kabar dugaan kecelakaan helikopter di wilayah Kabupaten Seruyan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan masih menunggu informasi resmi dari instansi berwenang untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut. Gubernur menegaskan, informasi yang belum terverifikasi tidak boleh langsung disampaikan sebagai fakta kepada masyarakat, terlebih menyangkut keselamatan penerbangan dan kemungkinan adanya korban.

Bacaan Lainnya

Agustiar Sabran menyampaikan keprihatinannya atas kabar tersebut sekaligus meminta masyarakat menunggu kepastian informasi dari pihak terkait. Ia menegaskan pemerintah provinsi akan menyampaikan perkembangan setelah memperoleh laporan yang valid. “Kami sangat prihatin jika informasi tersebut benar. Namun saat ini statusnya belum A1. Nanti jika sudah ada kepastian info resminya, akan segera kami kabarkan,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat ditemui awak media di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, baru-baru ini.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian pemerintah daerah dalam merespons informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Agustiar tidak ingin menyampaikan keterangan yang belum didukung hasil konfirmasi dari instansi terkait. Menurutnya, kepastian informasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak menerima kabar yang keliru mengenai kejadian yang berpotensi menyangkut keselamatan personel maupun kondisi penerbangan.

Dalam keterangannya, Gubernur belum merinci identitas helikopter, operator penerbangan, maupun titik pasti lokasi dugaan kecelakaan. Informasi mengenai jumlah personel yang berada di dalam pesawat serta kemungkinan adanya korban juga belum disampaikan secara terperinci dalam pernyataan tersebut. Karena itu, pemerintah provinsi masih membutuhkan penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan untuk memastikan seluruh informasi yang beredar.

Kabar dugaan kecelakaan helikopter di Kabupaten Seruyan menjadi perhatian karena wilayah tersebut tengah melaksanakan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui dukungan operasi pemadaman dari udara. Dalam kegiatan tersebut, helikopter memiliki peran penting untuk membantu menjangkau kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, keterkaitan kabar kecelakaan dengan kegiatan operasional tersebut tetap memerlukan konfirmasi resmi.

Agustiar juga menekankan pentingnya mengedepankan akurasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Kabar mengenai kecelakaan penerbangan merupakan persoalan serius sehingga setiap perkembangan harus didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penyampaian informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan menimbulkan kesimpangsiuran, terutama apabila menyangkut identitas awak, kondisi korban, serta lokasi kejadian.

Untuk memastikan kebenaran informasi, konfirmasi dari instansi berwenang seperti TNI, Basarnas, kepolisian, dan otoritas penerbangan menjadi bagian penting dalam proses penanganan pemberitaan. Keterangan dari pihak-pihak tersebut diperlukan untuk menjelaskan kronologi kejadian, kondisi pesawat, jumlah personel, serta langkah pencarian dan evakuasi apabila kecelakaan benar terjadi.

Di sisi lain, pernyataan Gubernur tersebut belum memuat penjelasan mengenai hasil pemeriksaan lapangan maupun perkembangan koordinasi pemerintah provinsi dengan instansi terkait. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar sebelum ada penjelasan resmi. Pemerintah daerah juga masih menunggu laporan yang dapat menjadi dasar untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Dalam perkembangan informasi terpisah pada hari yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono kemudian menyampaikan keterangan mengenai kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI AD di wilayah Seruyan. Berdasarkan keterangan tersebut, satu personel ditemukan meninggal dunia, lima personel berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan dua personel lainnya masih dalam proses evakuasi. TNI AD menyebut kecelakaan terjadi ketika helikopter melaksanakan pengambilan air untuk misi water bombing.

Perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya pembaruan informasi secara berkelanjutan berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya menyampaikan sikap menunggu kepastian, sementara TNI AD kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi awak dan penanganan kecelakaan. Dengan demikian, setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat perlu memperhatikan waktu penyampaian serta perkembangan terbaru agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan terus mengikuti perkembangan penanganan insiden tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait. Kepastian informasi, keselamatan personel, serta kelancaran proses evakuasi menjadi perhatian utama dalam situasi ini. Sikap kehati-hatian Gubernur dalam menyampaikan kabar yang belum terverifikasi juga menjadi pengingat bahwa informasi mengenai peristiwa darurat harus disampaikan secara akurat, berdasarkan fakta, dan bersumber dari pihak yang berwenang. (RED/Adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait